Sepak Terjang Spionase BND Intel Jerman yang Diisukan Datangi Markas FPI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 16:30 WIB
Keterlibatan Jerman dalam Aksi Pembantaian Pasca G30S-1965 di Indonesia
Foto ilustrasi (DW News)
Jakarta -

Anggota DPR menyebut staf Kedutaan Besar Jerman yang berkunjung ke markas FPI pada 17 Desember lalu adalah intelijen BND (Bundesnachrichtendienst). Badan Intelijen Federal Jerman itu punya reputasi dahsyat memata-matai banyak orang.

"Ternyata dia bukan diplomat, namanya Suzanne Hol, dan setelah diselidiki lewat beberapa sumber, dia ternyata bukan sebagai pegawai di Kementerian Luar Negeri Jerman. Tetapi ternyata dia adalah tercatat sebagai pegawai Badan Intelijen Jerman, BND," kata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan, saat dihubungi, Senin (28/12) kemarin.

Foto kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI di Petamburan. (Dok FPI)Foto kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI di Petamburan. (Dok FPI)

BND adalah singkatan dari Bundesnachrichtendienst, atau Badan Intelijen Federal Jerman. Sejarah BND tidak bisa dilepaskan dari CIA (Badan Intelijen Pusat AS). BND didirikan pada 1956, menjadi kelanjutan dari organisasi bernama Gehlen Organization yang dibentuk militer Amerika Serikat (AS) tahun 1949. Saat itu, AS sedang sengit-sengitnya bersaing dengan blok komunis.

Dilansir situs resminya, BND mengaku punya 6.500 karyawan. Kini, Presiden BND dijabat oleh Bruno Kahl.

Mereka punya misi: menginformasikan ke pemerintah Jerman mengenai perkembangan luar negeri dan kebijakan keamanan. Semua informasi dikumpulkan dari direktorat-direktorat di bawah naungan BND. Setidaknya ada sembilan direktorat yang disebut di situs resmi BND.

Dilansir DW, BND berada di bawah Kantor Kanselir Jerman. Mereka menghimpun informasi dari isu-isu terorisme hingga kelompok kriminal.

WNA yang diklaim dari Kedubes Jerman mendatangi markas FPI / Dok. Istimew/FPIWNA yang diklaim dari Kedubes Jerman mendatangi markas FPI. (Dok. Istimewa)

Selanjutnya, rekam jejak BND matai-matai Turki, FBI, WHO, hingga para wartawan:

Selanjutnya
Halaman
1 2