DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 13:04 WIB

Turki Tuding Jerman Dukung Jaringan Fethullah Gulen

Novi Christiastuti - detikNews
Turki Tuding Jerman Dukung Jaringan Fethullah Gulen Fethullah Gulen (REUTERS/Greg Savoy/Reuters TV)
Ankara - Otoritas Turki menuding Jerman mendukung jaringan ulama ternama Fethullah Gullen yang dianggap mendalangi percobaan kudeta tahun lalu. Tudingan ini berpotensi semakin menambah ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Seperti dilansir Reuters, Senin (20/3/2017), tudingan itu berawal saat majalah ternama Jerman, Der Spiegel, merilis artikel wawancara dengan direktur badan intelijen asing Jerman, BND, yang menyebut otoritas Turki gagal meyakinkan pihaknya, bahwa Gulen yang kini menetap di Amerika Serikat (AS), mendalangi percobaan kudeta.

"Turki telah berupaya meyakinkan kita pada setiap level, tapi sejauh ini tidak berhasil," ucap Direktur BND Bruno Kahl dalam wawancara dengan Der Spiegel.

Ibrahim Kalin yang merupakan juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, langsung mengomentari pernyataan Bruno Kahl itu. Kalin menyebut komentar Kahl itu menjadi bukti bahwa Jerman mendukung jaringan Gulen, yang disebut Turki sebagai 'Organisasi Teroris Gulen' atau FETO.

"Itu merupakan upaya untuk melemahkan seluruh informasi yang kita berikan kepada mereka soal FETO. Itu menjadi pertanda dukungan mereka untuk FETO," tuding Kalin kepada Jerman, saat berbicara kepada CNN Turk.

Baca juga: Dituding Dukung Teroris, Kanselir Jerman Sebut Erdogan 'Absurd'

"Kenapa mereka melindunginya? Karena ini menjadi instrumen bermanfaat bagi Jerman untuk melawan Turki," imbuhnya.

Belum ada tanggapan dari Jerman terkait komentar juru bicara Erdogan ini.

Otoritas Turki selama ini menyalahkan jaringan pengikut Gulen di korps militer terkait percobaan kudeta yang gagal pada Juli 2016. Saat itu, sekelompok tentara Turki yang membelot, menyita sejumlah tank, helikopter dan pesawat tempur untuk menyerang parlemen dan menggulingkan pemerintahan Turki. Lebih dari 240 orang tewas dalam percobaan kudeta itu.

Gulen, mantan sekutu Erdogan, telah berulang kali membantah dan mengecam percobaan kudeta itu. Gullen tinggal mengasingkan diri ke Pennsylvania, AS sejak tahun 1999 lalu.

Hubungan diplomatik Turki-Jerman memanas setelah otoritas Jerman membatalkan sejumlah kampanye yang dijadwalkan digelar di beberapa kota. Kampanye itu dimaksudkan untuk menggalang dukungan dari rakyat Turki yang berada di luar negeri, dalam referendum 16 April untuk memperkuat kekuasaan Presiden Turki.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed