Urban Legend

Misteri Derap Kuda Gaib di Makam Keramat Deli Serdang Sumut

Ahmad Arfah - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 14:05 WIB
Suasana di area makam keramat kuda (Ahmad Arfah-detikcom)
Makam 4 Panglima (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Derap kuda biasanya terdengar jika ada kuda yang melintas di dekat kita. Namun apa jadinya jika terdengar derap kuda tanpa ada kuda yang melintas sama sekali? Hal itulah yang disebut kerap terjadi di daerah sekitar makam keramat kuda.

Lokasi makam ini berada di Desa Amplas, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Makam Keramat Kuda menjadi salah satu lokasi keramat yang sering didatangi warga.

Makam ini berada di area perbukitan dan ditandai dengan pohon terbesar yang ada di wilayah itu. Pohon itu langsung terlihat sejak memasuki Jalan Datuk Keramat Tualang Puso atau sekitar 1 km dari tempat makam berada.

Warga setempat mempercayai lokasi ini dipenuhi hal mistis. Ada pula sejumlah warga yang mengaku pernah mengalami hal mistis secara langsung.

Sebenarnya, siapa yang dimakamkan di lokasi ini?

Makam ini merupakan tempat Datuk Alang Tualang Puso Syekh Abdullah dikuburkan. Syekh Abdullah ini dipercaya sebagai seorang pembawa agama Islam di Sumatera Utara.

"Makam ini kan makam tokoh agama, membawa Islam, ini perjalanannya sama dengan Syekh Mahmud, yang di Barus (Tapanuli Tengah). Mereka sahabatan. Di sini makam Syekh Abdullah," kata penjaga makam, Syahrial, di lokasi Minggu (29/11/2020).

Dia mengatakan banyak orang datang untuk berziarah ke makam ini. Namun ada pula sebagian yang melakukan hal terlarang seperti pesugihan. Syahrial mengatakan ada orang-orang yang percaya makam ini menyimpan banyak hal gaib sehingga mereka mencari peruntungan.

"Kadang ada yang menyalah, saya di sini nasihati, ziarah aja jangan macam-macam. Tapi ada aja yang menyalah, macam pemujaan, mencari harta karun, mencari benda-benda gaib, digunakan yang untuk yang salah ya. Ada juga yang untuk perjudian, jimat. Di sini yang diambil mereka macam-macam, tanah, batu, mustika-mustika. Ada yang katanya paranormal juga kemari, mencari kekuatan dan mengetes, dari luar dia kebal sampai di sini tak ada," ucap Syahrial.

Suasana di area makam keramat kuda (Ahmad Arfah-detikcom)Makam Datuk Tualang (Ahmad Arfah/detikcom)

Syahrial menyebut lokasi makam ini dulunya salah satu benteng kerajaan. Raja saat itu disebut ikut berguru dengan Syekh Abdullah. Dia mengatakan raja tersebut memiliki tujuh panglima sebagai pengawalnya.

Salah satunya Panglima Denai, yang hingga kini menjadi salah satu nama jalan di sekitar lokasi makam. Nah, kisah Panglima Denai ini juga menjadi salah satu misteri.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, ada empat makam panglima yang berada di dekat makam Syekh Abdullah. Namun tidak ada makam Panglima Denai di situ. Panglima Denai dipercaya raib dan tidak diketahui di mana meninggalnya.