Said Didu Minta Maaf Usai Dipolisikan Terkait Ujaran Kebencian

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 21:08 WIB
Muhamad Said Didu
M Said Didu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Eks Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu, dipolisikan akibat cuitan lewat akun Twitter-nya, @msaid_didu. Said Didu meminta maaf atas cuitan yang dibuatnya.

Said Didu menyampaikan permintaan maaf lewat Twitter. Dia menilai cuitan tersebut ada yang ditafsirkan bahwa dia menuduh pihak tertentu.

"Sehubungan dg adanya penafsiran thdp mention saya yg mengomentari pernyataan pak Qodari di yg saya baca di Media bhw "presiden butuh Menag yg keras kpd kelompok islam tertentu" yg saya komentari bhw terima kasih infonya bhw Bpk Presiden membutuhkan Menag spt itu," cuit Said Didu seperti dilihat, Rabu (23/12/2020).

Dia mengaku tidak menuduh pihak mana pun terkait cuitan tersebut. Dia mengatakan sudah menghapus cuitan soal 'presiden butuh Menag yang keras kepada kelompok Islam tertentu'. Dia pun meminta maaf kepada pihak yang tersinggung.

"Krn mention saya tsb ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tdk menuduh siapapun dlm mention saya tsb, apalagi Bpk Menag Yaqut Choli Quomas," kata Said Didu.

"Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dg mention saya tersebut (yg saya sdh hapus bbrp waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih," tambahnya.

Sebelumnya, akun Twitter milik Muhammad Said Didu yaitu @msaid_didu dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan ujaran kebencian. Wawan mengatakan salah satu cuitan di akun itu diduga sarat ujaran kebencian pada Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Apa alasan pelaporan dan bagaimana isi cuitan Said Didu yang dilaporkan ke polisi? Silakan baca halaman selanjutnya.