Jalani Pengobatan Diabetes, Masykur Rasakan Manfaat JKN-KIS

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 17:25 WIB
Peserta JKN-KIS
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan menanggung jaminan biaya kesehatan masyarakat Indonesia. Banyak yang telah merasakan manfaatnya, termasuk Kemas Abdullah Masykur (57) yang didiagnosa penyakit diabetes sejak beberapa tahun lalu.

Masykur membagikan kisahnya yang merasa beruntung telah terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS. "Alhamdulillah, bersyukur sekali saya sudah menjadi peserta JKN-KIS. Sejak terdaftar sebagai peserta, saya sangat sering memanfaatkan kartu ini," ujar Masykur dalam keterangan tertulis, Selasa (22/12/2020).

Diabetes yang dialami Masykur disebabkan oleh pola hidup tak teratur di masa muda yang menyebabkan tingginya kandungan gula darah. Penyakit yang dideritanya kini juga menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh lain, sehingga Masykur harus berobat ke berbagai poliklinik.

"Hingga tiga tahun terakhir penyakit ini menyebabkan gangguan pada mata dan jantung. Mata saya saat ini sudah tidak mampu melihat lagi, pernah juga dilakukan operasi tapi hasilnya masih belum optimal," papar pria yang terdaftar sebagai peserta pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) ini.

Masykur mengandalkan kartu JKN-KIS untuk seluruh pelayanan kesehatan yang dijalani. Berkat program ini, ia sama sekali tak mengeluarkan biaya pengobatan juga obat-obatan. Pelayanan yang ia rasakan juga memuaskan, baik pada tingkat puskesmas maupun rumah sakit.

Masykur berharap, Program JKN-KIS dapat terus berjalan agar manfaat program ini turut dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Dari pemeriksaan ke poliklinik penyakit dalam, periksa mata, hingga terakhir operasi mata, semuanya tidak pernah bayar, saya cukup menunjukkan kartu JKN-KIS. Sampai sekarang pun saya rutin kontrol, semuanya juga masih ditanggung oleh BPJS Kesehatan," kata Masykur.

"Manfaat Program JKN-KIS ini benar-benar nyata saya rasakan, semoga program ini tetap ada agar masyarakat tetap dapat terjamin pelayanan kesehatannya. Juga saya harap pelayanan di puskesmas dan rumah sakit semakin baik pelayanannya," tutupnya.

(mul/mpr)