BP2MI Gagalkan Pemberangkatan 2 PMI Nonprosedural ke Timur Tengah

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 12:44 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Ketua BP2MI Benny Rhamdani (Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik)
Jakarta -

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggagalkan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Timur Tengah. BP2MI menyebut ada dua orang PMI yang akan dikirimkan secara nonprosedural ke Timur Tengah.

Proses penggagalan 2 orang PMI itu dilakukan pada Senin (21/12) malam oleh BP2MI melalui UPT BP2MI DKI Jakarta di lokasi penampungan. Mereka lalu dibawa ke Kantor BP2MI bersama 4 orang calon PMI lain yang rencananya akan diberangkatkan ke Timur Tengah.

"Saya memperingatkan kembali bahwa sejak tahun 2015, Pemerintah Indonesia sudah melakukan moratorium pengiriman PMI ke Timur Tengah, karena banyaknya kasus yang terjadi di sana, mulai dari kekerasan fisik, tidak digaji, bahkan penyiksaan. Kenapa masih mau bekerja ke sana dengan gaji yang kecil dan banyak tindak kekerasan, padahal sekarang terbuka kesempatan untuk bekerja di negara lain, misalnya di Jepang, dengan gaji yang jauh lebih tinggi, bisa mencapai lebih dari Rp 20 juta," kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam keterangannya, Selasa (22/12/2020).

Benny kemudian mengingatkan agar jangan sampai ada korban PMI lainnya di Timur Tengah. Dia pun menyebut langkah penggagalan ini sebagai upaya dini melindungi para PMI.

"Saya sudah mendapat perintah langsung dari Presiden RI untuk melindungi ibu-ibu sekalian sebagai calon PMI. Jangan sampai menjadi korban di luar negeri, karena itu kami melindungi sejak dari sini," ucap Benny.

Simak selengkapnya pengakuan salah satu calon PMI yang digagalkan ke Timur Tengah.

Selanjutnya
Halaman
1 2