Round-Up

Perkara Tendangan Kickboxing ABG ke Polisi Berujung Status Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 22:35 WIB
Kupang -

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi demo yang berujung aksi anarkis di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Demo tersebut diwarnai aksi anak baru gede (ABG) menendang polisi yang videonya viral di media sosial (medsos).

"Iya (4 tersangka), ada pasal perusakan dan pengeroyokan," kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung saat dihubungi, Rabu (16/12/2020).

Keempat tersangka dijerat Pasal 170 KUHP. Mereka juga dijerat UU Kekarantinaan Kesehatan karena aksi yang dilakukan melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Keempat warga Tuapukan, Kupang Timur, itu ditahan di Polres Kupang. Demo yang terjadi pada Kamis (11/12) tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan dan sejumlah polisi terluka.

"(Ada) 4 mobil (rusak), termasuk mobil pemda. Ada beberapa motor, serta anggota kita banyak juga terkena lemparan batu," kata AKBP Aldinan.

Polres Kupang tetapkan 4 orang sebagai tersangka terkait demo soal sengketa tanah yang diwarnai aksi ABG tendang polisi ala kickboxing (Antara/ Benny Jahang)Mobil polisi rusak akibat jadi sasaran aksi anarkis massa. (Antara/ Benny Jahang)

Polres Kupang masih terus mendalami kasus tersebut, sehingga tak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang ditetapkan sebagai tersangka. Diduga empat tersangka tersebut berperan hingga akhirnya demo berujung aksi anarkis.

Aksi tersebut sebenarnya tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian maupun Satgas COVID-19. Namun polisi mengambil diskresi sebagai bentuk respek kepada warga. Syaratnya, aksi demo dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Polisi juga mengingatkan agar massa tetap mengikuti protokol kesehatan selama demo berlangsung. Sebab, Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan wilayah Oecusse, Timor Leste, itu masuk zona merah penyebaran COVID-19.

Seorang ABG sempat menendang polisi. Dengan gaya ala atlet kickboxing, ABG tersebut melawan saat polisi hendak menertibkan massa. Momen tersebut, simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2