Saksi Ungkap Nurhadi Kerap Bertemu dengan Hakim Agung pada 2017

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 19:48 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanya
Eks Sekretaris MA Nurhadi. (Ari Saputra/detikcom)

Selain itu, Jumadi menceritakan ada satu waktu dia diperintahkan Nurhadi menyerahkan dokumen ke bagian kesekretariatan MA. Namun, Jumadi mengaku tidak tahu apa isi dokumen itu.

"Dalam kaitan kesekretariatan, Saudara pernah diminta nyerahin dokumen-dokumen ke hakim-hakim agung?" tanya jaksa Wawan.

"Saya nggak pernah Pak, hanya sekali aja, kira-kira tahun 2017. Saya pikir itu surat dinas, surat resmi, artinya surat kedinasan karena di situ tertulis surat untuk Ketua Muda Pengawasan, ya saya sampaikan juga ke sekretariatan, tapi saya nggak tahu isinya," katanya.

Duduk sebagai terdakwa di sidang ini adalah Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Dalam kasus ini, Nurhadi didakwa dan Rezky menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

Halaman

(zap/dkp)