Sekretaris PTA Medan Akui Terima Rp 22 M, Bayarkan Lahan Sawit Menantu Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 20:46 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanya
Menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Saksi bernama Hilman Lubis mengungkap sejumlah lahan sawit yang dimiliki menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono, dalam sidang kasus suap dan gratifikasi Nurhadi. Hilman mengatakan ada empat lahan sawit yang dimiliki Rezky.

Hilman adalah Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan. Dia menjabat sejak 2016 hingga saat ini.

"Ada (lahan sawit selain di Desa Pancaukan) di Desa Mondang, baru di Desa Batang Bumbu, semuanya dibeli," kata Hilman saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2020).

Jaksa kemudian membacakan berita acara pemeriksaan yang dibenarkan oleh Hilman. Dalam BAP itu disebutkan harga lahan sawit yang dibeli oleh Rezky.

"BAP keterangan ada lahan sawit dibeli dari Angelina 100 hektare harganya Rp 100 juta per hektare, kemudian dibeli dari Andre Nasution luas 164 hektare harganya antara Rp 75 juta hingga Rp 80 juta per hektare. Keempat dibeli dari Arifin Nasution 96 hektare harganya Rp 95 juta per hektare ini Desa Batang Bulu. Semua lahan sawit di empat lokasi?" tanya jaksa KPK dan diamini Hilman.

Hilman juga mengakui, dari beberapa lahan yang disebut dibeli oleh Rezky ini, ada yang pembayarannya ditransfer ke rekening Hilman. Dia mengatakan saat itu menerima uang Rp 22 miliar untuk membayar lahan dari penjual Andre dan Arifin Nasution.

"Dari pembayaran itu, ada melalui rekening Saudara?" tanya jaksa lagi.

"Ada. (Lahan sawit) Andre Nasution sama Arifin Nasution di Batang Bulu Rp 22.350.000.00," jelasnya.

Alasan Hilman uang itu dikirim ke rekeningnya, si penjual ingin menerima uang secara tunai saja. Dia mengaku tidak ingin menerima uang secara transfer via bank.

"Katanya dia (penjual) nggak mau transfer kalau dari Rezky, karena nggak pernah ketemu. Jadinya ya sudah ke saya, baru cash-cash-an kita," sebut Hilman.

Selain itu, Hilman mengatakan diminta mengurus beberapa lahan sawit. Dia mengaku diperintah mantan Kabiro Perencanaan Mahkamah Agung Bahrain Lubis, yang juga Kakak kandung Hilman.

"Iya, Juli 2015, saya diminta tolong Pak Bahrain, tolong urus sebelum ada pengurus baru. Saya bilang bahwa jauh ini saya di Medan, katanya, 'Pokoknya saya kan setahun lagi pensiun, pokoknya urus saja sampai 2017, bulan Maret'," kata Hilman.

Dari menjaga lahan sawit itu, Hilmam mengaku digaji per bulan Rp 5 juta. Uang itu diterima dari Bahrain.

"(Digaji) Rp 5 juta oleh Pak Bahrain. Setelah itu semua manajemen diambil Pak Bahrain, di tahun 2018 Agustus, saya tak ikut lagi kebun karena faktor kesehatan," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2