Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Tommy Sumardi Akan Ajukan Pleidoi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 16:21 WIB
Perantara suap Djoko Tjandra ke Irjen Pol Napoleon, Tommy Sumardi mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Perantara suap Djoko Tjandra ke Irjen Pol Napoleon, Tommy Sumardi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus suap red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum. Tommy Sumardi bakal mengajukan pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan tersebut.

"Kami akan mengajukan pembelaan Yang Mulia," kata kuasa hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2020).

Dion menyampaikan hal tersebut setelah jaksa penuntut umum membacakan tuntutan. Dion meminta waktu 2 hari untuk menyiapkan nota pembelaan Tommy Sumardi.

"Kami minta waktu 2 hari Yang Mulia, hari Kamis untuk ajukan nota pembelaan," sebutnya.

Hakim dan jaksa penuntut umum menyanggupi permintaan kuasa hukum Tommy Sumardi itu. Sidang akan kembali digelar pada Kamis, 17 Desember 2020.

Sebelumnya diberitakan, Tommy Sumardi dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa menilai Tommy terbukti bersalah bersama Djoko Tjandra menyuap dua jenderal polisi.

"Supaya dalam perkara ini majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Jakarta Pusat yang mengadili dan memutuskan, menghukum Terdakwa Tommy Sumardi dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahan di rutan," kata jaksa membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (15/12).

Dua jenderal itu adalah Irjen Napoleon Bonaparte, yang saat itu menjabat Kadivhubinter Polri, dan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri. Jaksa menilai Tommy berperan menerima uang dari Djoko Tjandra untuk diberikan kepada Irhen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Jaksa mengatakan Tommy memberikan SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Irjen Napoleon dan USD 150 ribu kepada Brigjen Prasetijo. Uang tersebut diberikan untuk kepentingan pengurusan red notice Interpol dan penghapusan status Djoko Tjandra dalam daftar pencarian orang (DPO).

Jaksa juga meminta majelis menjatuhkan pidana tambahan untuk membayar Rp 100 Juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga meminta hakim mengabulkan pengajuan justice collaborator Tommy Sumardi.

Atas perbuatannya, Tommy dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ibh/mae)