Sidang Vonis Djoko Tjandra Kasus Surat Jalan Palsu Digelar 22 Desember

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 14:49 WIB
Djoko Tjandra kembali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo hadir sebagai saksi.
Djoko Tjandra (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sidang vonis Djoko Tjandra terkait kasus surat jalan palsu yang menjeratnya segera digelar. Sidang vonis itu dijadwalkan pekan depan.

"Selanjutnya majelis hakim akan mengambil putusan. Sebagaimana jadwal putusan yang sudah kita tetapkan, hari Selasa tanggal 22 Desember," ujar ketua majelis hakim Muhammad Sirat dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Selasa (15/12/2020).

Hal ini diputuskan setelah pihak Djoko Tjandra menyampaikan duplik atau tanggapan atas jawaban jaksa terkait nota keberatan Djoko Tjandra. Hakim menyebut duplik tersebut dijadwalkan seharusnya pada Jumat (18/12).

"Dari jawaban duplik yang dibacakan penasihat hukum, maka tanggapan atas replik sudah selesai. Jadi jadwal duplik yang seharusnya kita isi hari Jumat itu kosong," kata Hakim.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum membacakan tanggapan pleidoi atau nota pembelaan (replik) Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dalam kasus surat jalan palsu. Dalam repliknya jaksa meminta majelis hakim menolak pleidoi Djoko Tjandra.

"Kami penuntut umum dalam replik kali ini memohon agar majelis hakim menolak pembelaan yang dilakukan oleh tim penasihat hukum dan terdakwa," ujar jaksa Yeni Trimulyani dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Selasa (15/12/2020).

Jaksa mengatakan pihaknya tidak sependapat dengan nota keberatan Djoko Tjandra. Di mana menurut Jaksa, dalil pembelaan yang disampaikan hanya berdasarkan keterangan terdakwa, bukan fakta persidangan.

"Kami penuntut umum tidak sependapat dengan nota keberatan yang diajukan kuasa hukum terdakwa. Bahwa dalil-dalil yang disampaikan penasihat hukum semata-mata hanya berdasarkan keterangan terdakwa semata," kata Yeni.