Round-Up

Suara Seiya Sekata Saat Jokowi Serukan Warga Tak Boleh Semena-mena

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 14 Des 2020 21:35 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penetapan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka
Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres/Rusman)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo memperingatkan masyarakat tak semena-mena melanggar hukum. Pernyataan Jokowi banjir dukungan sejumlah kalangan.

Awalnya Jokowi menanggapi soal peristiwa kasus tewasnya warga sipil di Sigi, termasuk tewasnya 6 laskar FPI di Tol Jakarta Cikampek Km 50. Ia mengingatkan masyarakat tidak semena-mena melanggar hukum. Jokowi menegaskan Indonesia merupakan negara hukum.

"Jadi sudah merupakan kewajiban aparat penegakan hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil," ujar Jokowi setelah berolahraga sepeda di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (13/12/2020).

Maka itu, Jokowi meminta masyarakat taat hukum. Aparat penegak hukum diminta tidak mundur untuk menindak para pelanggar. Jokowi mengatakan aparat hukum dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugas.

"Untuk itu, tidak boleh ada warga dari masyarakat yang semena-mena melanggar hukum yang merugikan masyarakat, apalagi membahayakan bangsa dan negara. Dan aparat hukum tidak boleh mundur sedikit pun," jelas dia.

Untuk diketahui, peristiwa tewasnya warga sipil di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terjadi pada 27 November lalu. Empat orang tewas. Untuk kasus Sigi, Polri merilis 11 foto daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sementara itu, peristiwa tewasnya warga sipil dari kelompok FPI terjadi di daerah Karawang, Jawa Barat, pada 7 Desember lalu. Enam orang tewas.

Polisi telah memeriksa 14 saksi terkait insiden penembakan di Km 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang mengakibatkan 6 pengikut Habib Rizieq Shihab tewas. Polisi menegaskan semua saksi dilengkapi bukti pendukung.

Sontak pernyataan Jokowi menuai dukungan sejumlah pihak. Berikut dukungan mereka:

PHDI Setuju Pernyataan Jokowi soal Penegakan Hukum yang Tegas dan Adil

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sepakat dengan pernyataan Jokowi.

"Kita setuju. Apa yang dibilang presiden yang benar artinya presiden menyatakan itu setelah mengkaji semua hal," ujar Ketua Bidang Hukum dan HAM PHDI Yanto Jaya ketika dihubungi, Minggu (13/12/2020).

Yanto mengatakan ada alasan Jokowi tidak buru-buru memberikan statement. Menurutnya, Jokowi bersama timnya pasti menganalisis dari berbagai pihak terkait peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Menurut PHDI, Jokowi sudah melakukan yang terbaik. Jokowi juga sudah mengayomi berbagai pihak terkait kasus hilangnya nyawa manusia.

Komnas HAM Siap Tindak Lanjuti Semua Aduan

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, merespons positif pernyataan Jokowi. Beka menyebut pihaknya akan menindaklanjuti aduan-aduan yang diterima.

"Kami merespons positif statemen presiden terkait posisi dan peran Komnas HAM. Tentu saja kami akan menindaklanjuti setiap aduan yang masuk sesuai mandat dan kewenangan kami sebagai lembaga negara independen," ujar Beka melalui pesan singkat, Minggu (13/12/2020).

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut pihaknya telah diberi kewenangan secara hukum melalui undang-undang untuk menerima aduan. Kini, yang dibutuhkan Komnas HAM, kata Anam, adalah dukungan presiden.

"Yang dibutuhkan adalah dukungan penuh presiden untuk kerja kerja Komnas HAM termasuk kebijakan penguatan kelembagaan dan support APBN," ujar Anam.

Selain dukungan Presiden, Komnas HAM membutuhkan dukungan masyarakat agar kasus tewasnya 6 laskar FPI dan pembantaian satu keluarga di Sigi bisa cepat terungkap.

Anam mengatakan saat ini timnya sedang bekerja mengusut kasus pembantaian satu keluarga di Sigi dan tewasnya 6 laskar FPI. Anam menyebut timnya sudah mengecek lokasi terkait pembantaian keluarga di Sigi, Sulteng itu.

Sementara itu, Komnas HAM juga sudah meminta sejumlah keterangan saksi terkait kasus tewasnya 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Beberapa keterangan saksi dan pendalaman di lokasi kejadian sudah didapat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3