Muhammadiyah Setuju Pernyataan Jokowi: Semua Pihak Harus Patuhi Hukum

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 14 Des 2020 08:21 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Muti
Abdul Mu'ti (Jefrie/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait pembantaian 1 keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah, dan tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI). Jokowi mengatakan masyarakat tidak boleh semena-mena melanggar hukum.

Muhammadiyah sepakat dengan pernyataan Jokowi. Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti semua orang wajib mematuhi hukum.

"Setuju. Semua pihak harus mematuhi hukum, tanpa ada kecuali," ujar Abdul Mu'ti kepada wartawan, Minggu (13/12/2020).

Abdul menilai pernyataan Jokowi bernuansa positif. Ia berharap konflik yang kini terjadi di masyarakat dapat disudahi karena pernyataan itu.

"Pernyataan Presiden itu semoga bisa mengakhiri polemik dan kegaduhan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir," lanjut Abdul.

Sebelumnya, Jokowi menanggapi soal peristiwa kasus tewasnya warga sipil di Sigi, termasuk tewasnya 6 laskar FPI di Tol Jakarta Cikampek Km 50. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak semena-mena melanggar hukum. Jokowi menegaskan Indonesia merupakan negara hukum.

"Jadi sudah merupakan kewajiban aparat penegakan hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil," ujar Jokowi setelah berolahraga sepeda di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (13/12).

Maka itu, Jokowi meminta masyarakat taat hukum. Aparat penegak hukum diminta tidak mundur untuk menindak para pelanggar. Jokowi mengatakan aparat hukum dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugas.

"Untuk itu, tidak boleh ada warga dari masyarakat yang semena-mena melanggar hukum yang merugikan masyarakat, apalagi membahayakan bangsa dan negara. Dan aparat hukum tidak boleh mundur sedikit pun," jelas dia.

Baca selengkapnya soal pembantaian 1 keluarga di Sigi dan tewasnya 6 laskar FPI di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2