PKS Terka Menteri Jokowi Bakal Canggung Koordinasi ke Gibran-Bobby

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 18:27 WIB
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PKS menerka akan terjadi kecanggungan koordinasi jika putra dan mantu Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, resmi menjabat kepala daerah. PKS menebak kecanggungan itu akan meliputi para menteri Kabinet Jokowi.

"Kita orang Timur, adat dan sikap menghormati dipegang kuat, yang canggung adalah para pembantu (menteri) Pak Jokowi ketika berhadapan dengan anak-mantu (Gibran-Bobby)," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Kamis (10/12/2020). Gibran Rakabuming dinyatakan menang quick count Pilwalkot Surakarta di lembaga survei, sementara Bobby Nasution menang quick count Pilwalkot Medan.

Mardani menyebut persoalan personal Jokowi dengan anak dan mantunya merupakan urusan Jokowi. Namun dia meminta tidak boleh ada keistimewaan atau perlakuan khusus.

"Karena itu, transparansi dan akuntabilitas serta asas keadilan harus ditegakkan. Tidak boleh ada keistimewaan atau perlakuan khusus. Bab personal Pak Jokowi saat berhadapan dengan anak-mantu itu urusan Pak Jokowi," ucapnya.

Anggota Komisi II DPR RI ini menduga bisa saja ada peluang timbulnya konflik kepentingan ketika nantinya Gibran dan Bobby menjadi kepala daerah dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Namun perihal kepentingan itu disebutnya kembali lagi ke menteri-menteri Jokowi.

"Peluang terjadinya sangat tergantung dari keberanian para pembantu (menteri) Pak Jokowi menegakkan keadilan," ujarnya.

PDIP sebelumnya menilai kemenangan Gibran dan Bobby menjadi bukti hati nurani masyarakat yang melihat jernih.

"Kemenangan Gibran dan Bobby juga membuktikan bahwa mata hati nurani rakyat bisa melihat dengan jernih. Gibran dan Bobby yang kredibel, sebagai sosok muda yang membawa perubahan ke arah lebih baik, jauh lebih bermakna dibanding kampanye negatif politik dinasti maupun isu lainnya. PDI Perjuangan mengapresiasi kedewasaan politik masyarakat yang sangat membanggakan, di tengah upaya berbagai kekuatan politik mengarahkan rakyat lewat strategi disrupsi negatif," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/12).

(maa/gbr)