Jadi Tersangka KPK, Eks Anggota BPK Rizal Djalil Mengaku Dikhianati

ADVERTISEMENT

Jadi Tersangka KPK, Eks Anggota BPK Rizal Djalil Mengaku Dikhianati

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 16:23 WIB
KPK menahan dua tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.
Foto: Mantan anggota BPK, Rizal Djalil (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Anggota BPK RI Rizal Djalil, tersangka korupsi proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR telah usai menjalani pemeriksaan KPK hari ini. Dalam perkara ini, Rizal Djalil mengklaim bahwa dirinya dikhianati oleh sejumlah orang.

"Saya menyimpulkan bahwa fakta yang disampaikan kepada saya memang tidak terbantahkan. Ada seseorang atau beberapa orang, katakanlah dua orang yang telah bertindak di luar kewenangannya, yang telah bertindak secara inkonstitusional," kata Rizal, kepada wartawan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Rizal tak menyebut jelas siapa orang yang dimaksud. Namun, menurut dia dua orang tersebut telah menyalahgunakan hasil audit yang masih dalam bentuk draft hingga bisa beredar sampai ke pihak swasta yang sebetulnya tidak boleh.

"Hasil audit itu masih bersifat hanya boleh ada di pihak yang kami periksa dan di BPK. Nah ini dilakukan oleh yang tadi saya sebut sebagai predator, sebagai parasit yang tidak sepantasnya berada di BPK itu," ujar Rizal.

Rizal mengaku karena kedua orang yang dimaksud itu, dirinya tersangkut masalah korupsi di KPK. Dia mengaku ditikam dari belakang oleh dua orang yang dimaksudnya.

"Saya terus terang ini lah awal masalah, ini lah awal cerita kenapa saya ada di KPK ini. Saya merasa dikhianati, saya merasa ditikam dari belakang, saya merasa dizalimi," katanya.

"Saya yakin dan percaya KPK akan menindaklanjuti fakta-fakta yang ditemukan dalam pemeriksaan," sambungnya.

Diketahui, KPK baru melakukan penahanan dua tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Kedua tersangka itu ialah mantan anggota BPK Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT Minarta Duta Hutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo.

"Hari ini menahan tersangka RIZ eks anggota BPK dan LJP Komisaris Utama PT MD dalam perkara pengembangan dugaan suap terkait proyek sistem di KemePUPR," kata pimpinan KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (3/11).

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan selama 20 hari ke depan sejak 3 Desember sampai 22 Desember 2020," imbuhnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Leonardo Jusminarta Prasetyo bersama anggota BPK Rizal Djalil sebagai tersangka. Keduanya dijerat dalam pengembangan kasus yang berawal dari OTT pada 2018.

Rizal diduga mengatur agar PT MD mendapatkan proyek di lingkungan Direktorat SPAM, yaitu proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hungaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar.

Dia diduga mendapat suap SGD 100 ribu. KPK pada awalnya menjerat 8 orang sebagai tersangka. Kedelapan orang itu saat ini sudah divonis bersalah menerima dan/atau memberikan suap.

(fas/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT