Penjelasan Deputi Penindakan KPK soal 'Sambutan' ke Ketua BPK Saat Jadi Saksi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 15:24 WIB
Ketua BPK Dipanggil Jadi Saksi Kasus SPAM, Deputi Penindakan KPK Sambut di Lobi
Ketua BPK Agung Firman Sampurna saat tiba di KPK. (Farih/detikcom)
Jakarta -

Deputi Penindakan KPK Karyoto memberikan penjelasan terkait 'sambutan' ke Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna saat datang ke KPK. Karyoto menyebut bahwa Agung datang ke KPK bukan untuk pemeriksaan saksi salah satu tersangka.

Karyoto menjelaskan bahwa awalnya dia dikabarkan oleh pihak BPK bahwa Agung akan datang ke KPK. Lalu, Karyoto mengecek kesaksian Agung datang ke KPK sebagai apa.

"Setelah saya cek kesaksiannya, beliau adalah sebagai saksi yang menguntungkan, bukan saksi fakta, bukan terkait dalam perkara itu," kata Karyoto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Kemudian Karyoto menjelaskan bahwa pihak BPK meminta Agung masuk ke KPK lewat belakang. Namun Karyoto menolak.

"Saya jawab 'tidak bisa', semuanya sama harus lewat depan," ujar Karyoto.

"Apalagi memang walaupun sebagai saksi a de charge, tapi kan perlakuannya harus sama dengan yang lain lewat depan," imbuhnya.

Sebelum Agung tiba di KPK, Karyoto memang sudah menunggu di depan lobi KPK. Tujuannya, kata Karyoto, untuk memastikan bahwa Agung datang ke KPK tidak lewat pintu belakang.

"Kebetulan tadi saya di situ memastikan beliau harus lewat depan, tidak boleh lewat belakang itu aja," kata Karyoto.

Karyoto menjelaskan, terkait maksud dari saksi a de charge. Menurutnya, saksi a de charge adalah saksi yang tidak terlibat sedikit pun dalam perkara.

"Saksi a de charge ini kan dalam lingkup perbuatannya beliau tidak terlibat sama sekali. Hanya beliau diminta oleh tersangka untuk meringankan. Meringankan dalam arti mungkin dari sisi prilaku, atau kandidat biasa selama dia BPK, katanya.

Penjelasan Ketua BPK soal ke KPK di halaman selanjutnya.