Idris Klaim Menang Pilwalkot Depok Hasil QC, Dinilai karena Efek PKS yang Kuat

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 23:02 WIB
Peneliti Charta Politika, Dadang Nurjaman menyampaikan analisi terkait Pilwalkot Solo 2020.
Peneliti Charta Politika, Dadang Nurjaman (Foto: Rahel/detikcom)
Jakarta -

Pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono mengklaim menang dalam Pilwalkot Depok berdasarkan hasil hitung cepat (quick count). Peneliti Charta Politika Dadang Nurjaman mengaitkannya dengan efek PKS yang kuat di Kota Depok.

"Saya katakan bahwa Depok ada pandangan PKS. Kita nggak quick count ya, tapi saya memandang itu ya, Depok itu basis PKS kuat," kata Dadang di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Rabu (9/12/2020).

Apalagi, menurut Dadang, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kegiatan partai dan kelompok pengajian yang dikelola PKS di Depok sangat kuat. Hal itulah yang menjadi alasan basis PKS kuat di Depok. Dia menyebut basis partai lain di Depok lemah.

"Ini masih dikatakan bahwa Depok ini memiliki, bukan tingkat sisi religiositas tinggi, tapi kepatuhan terhadap partai, kepatuhan terhadap kelompok pengajian, yang itu semua dikelola oleh PKS. Dan satu lagi sama basis PDIP belum kuat, dan Gerindra belum kuat juga. NU juga lemah di situ. Konfliknya kan itu," katanya.

Dadang mengatakan daerah Depok sudah hampir 15 tahun dikuasai oleh PKS. Hal ini menjadikan siapa pun calon yang diusung PKS akan memenangi Pilkada Depok.

"Karena hampir 15 tahun dikuasai oleh PKS. Jadi ini mau genap 20 tahun. Artinya, ini kita bisa lihat kekuatan besar PKS itu di Kota Depok itu. Jadi pengaruh PKS besar di sana. Siapa pun yang dicalonkan bisa," tuturnya.

Pasangan M Idris-Imam telah mendeklarasikan kemenangan dari hasil QC, simak berita selengkapnya