MA Tolak PK Made Oka Perantara Suap Setya Novanto di Kasus Korupsi e-KTP

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 13:15 WIB
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersama pengusaha Made Oka Masagung menjalani sidang di Pengadilan Tipikor. Keduanya divonis 10 tahun penjara.
Made Oka Masagung. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan Made Oka Masagung sehingga tetap dihukum 10 tahun penjara. Made Oka menjadi perantara suap ke Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

Made Oka adalah eks Direktur Utama PT Delta Energy Pte Ltd dan OEM Investment. Ia didakwa bersama keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Dalam tuntutannya, jaksa KPK menyebut Irvanto menerima USD 3,5 juta dan Made Oka juga menerima USD 1,8 juta serta USD 2 juta. Keduanya menerima uang dari konsorsium perusahaan yang mengerjakan proyek e-KTP. Keduanya berperan sebagai perantara yang uang diterima ditujukan kepada Setya Novanto.

Irvanto disebut jaksa menerima uang tersebut melalui perusahaan penukaran uang atau money changer. Sebab, uang yang diterima Irvanto dari luar negeri tempat Direktur Biomorf Mauritius, Johannes Marliem, ditransfer ke Indonesia.

Sementara itu, Made Oka menerima uang tersebut dari Johannes Marliem dan eks bos PT Quadra Solution, Anang Sugiana, dengan menyamarkan perjanjian penjualan saham sebanyak 100.000 lembar milik Delta Energy Pte Ltd. Perbuatan Irwan dan Made telah memperkaya atau menguntungkan Setya Novanto sejumlah USD 7,3 juta," ucap jaksa KPK.

Pada 5 Desember 2018, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 10 tahu penjara kepada Irvan dan Made Oka. Atas hal itu, Made Oka menerimanya. Tapi belakangan, Made Oka tidak terima dan mengajukan PK.

"Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana II Made Oka Masagung tersebut. Menetapkan bahwa putusan yang dimohonkan peninjauan kembali tersebut tetap berlaku," demikian bunyi putusan PK yang dilansir di situs MA, Selasa (8/12/2020).

Lihat juga video 'Fredrich Yunadi Minta Dibebaskan dari Kasus Rintangi Penyidikan Setnov':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2