Round-Up

Tangisan 'Ustadz Maaher' Tak Berarti Proses Hukum Dihentikan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 05:30 WIB
Soni Eranata alias ustadz Maaher At Thuwailibi (Foto: Deden Gunawan/detikcom)
Foto: Soni Eranata alias Ustadz Maaher At Thuwailibi (Foto: Deden Gunawan/detikcom)
Jakarta -

Sesal selalu datang terlambat. Kata-kata itu bagai menggambarkan perasaan Ustadz Maaher At Thuwailibi yang menangis memohon maaf kepada Habib Luthfi bin Yahya.

Awalnya, Soni Eranata alias Ustadz Maaher mengaku berniat menemui Habib Luthfi sebelum ditangkap polisi pada Kamis subuh (3/12/2020). Dia merasa tidak punya perasaan dengan Habib Luthfi dan amat menghormatinya.

"Demi Allah saya tidak pernah punya niat menghina dan tidak punya masalah dengan Habib Luthfi, beliau ulama besar," kata Maaher saat ditemui detikcom di Bareskrim, Sabtu petang (5/12/2020).

Ustadz Maaher menuturkan dirinya ingin menabung agar bisa bersama keluarga menemui Habib Luthfi langsung di Pekalongan, Jawa Tengah. Soni alias Maaher tak ingin meminta maaf lewat media sosial untuk menunjukkan kesungguhan hatinya.

Sambil berurai air mata, dia menyatakan ingin meminta maaf dan mencium tangan Habib Luthfi, yang diketahuinya sebagai tokoh Nahdlatul Ulama dan ulama besar yang disegani. Maaher kembali menegaskan dirinya sama sekali tak pernah berniat menghina Habib Luthfi.

Tangisan dan permohonan maaf Ustadz Maaher kepada Habib Luthfi pun menuai sorotan sejumlah kalangan. Mereka mewanti-wanti agar sesama umat harus saling menghormati, terlebih kepada ulama. Terkait nasib proses hukum Ustadz Maaher selanjutnya, hal itu berada di tangan kepolisian dan pihak pelapor.

Muhammadiyah: Itu Sudah Seharusnya

PP Muhammadiyah mengatakan meminta maaf memang sudah seharusnya dilakukan Ustadz Maaher kepada Habib Luthfi.

"Itu hal yang sudah seharusnya," kata Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Muti, kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Abdul mengingatkan semua pihak harus berhati-hati dalam berkomentar. Dia meminta agar sesama umat harus saling menghormati terlebih lagi kepada ulama.

"Sebaiknya semua pihak berhati-hati, arif, dan bijaksana dalam membuat pernyataan dan komentar terhadap seseorang. Seharusnya semua pihak saling menghormati, apalagi terhadap figur ulama. Betapapun kita tidak setuju, sebaiknya tidak mencela dan mencerca," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyerahkan semua keputusan itu kepada Habib Luthfi. Dia meyakini Habib Lutfhi akan menerima maaf itu.

"Kalau Habib Luthfi memaafkan itu sangat mulia. Tidak semua persoalan harus diselesaikan secara hukum," ujarnya.