ADVERTISEMENT

Debat Brigjen Prasetijo-Tommy Sumardi soal HP Dibuang

Zunita Putri - detikNews
Senin, 07 Des 2020 22:57 WIB
Brigjen Prasetijo Utomo jalani sidang dakwaan perkara suap dari Djoko Tjandra. Dalam sidang itu, Prasetijo didakwa terima suap Rp 2,1 miliar dari Djoko Tjandra.
Brigjen Prasetijo Utomo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo, berdebat dengan pengusaha Tommy Sumardi. Prasetijo, yang duduk di kursi terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, mencecar Tommy, yang hadir sebagai saksi, perihal ponsel Tommy yang dibuang.

Debat itu terjadi ketika Brigjen Prasetijo, yang duduk sebagai terdakwa kasus red notice Djoko Tjandra, mengkonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Tommy Sumardi terkait pembuangan HP. Tommy pun membenarkan BAP itu.

"Ini ada HP saudara dibuang, kenapa dibuang? Ada pernyataan (BAP), 'Namun HP tersebut sudah saya buang karena sudah tidak saya pergunakan lagi'," tanya Prasetijo ke Tommy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (7/12/2020).

"Ya saya buang aja," jawab Tommy.

Prasetijo dengan nada agak tinggi pun bertanya alasan Tommy membuang. "Kenapa? Takut ditangkap?" cecar Prasetijo.

"Saya nggak bersalah," cetus Tommy.

Hakim ketua Muhammad Damis pun menengahi Prasetijo dengan Tommy. Tommy kemudian menjawab alasannya adalah karena merasa HP itu kotor.

"Itu karena saya pikir HP itu sudah kotor. Saya buang aja, (kotor karena) sudah saya pakai telepon-telepon ke sana-kemari," jelas Tommy.

Tommy mengakui HP yang dibuang itu digunakan untuk berkomunikasi dengan Prasetijo, Anita Kolopaking, dan Irjen Napoleon. Berkomunikasi dengan Djoko Tjandra juga pernah dipakai sebanyak satu kali.

Tommy mengaku, alasan lain dia membuang HP, yang menurut Prasetijo bisa dijadikan barang bukti itu, adalah HP tersebut berisi rahasia pribadinya. Dia mengaku takut kalau rahasia pribadinya dilihat orang lain.

"Kan di situ ada rahasia-rahasia pribadi saya juga. Jadi kalau lah telepon itu diambil orang, dalam hati saya, ini nanti macam-macam konotasinya. Mendingan saya buang aja," jelas Tommy.

Simak lanjutan artikel di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT