Anita Kolopaking Dituntut 2 Tahun Penjara Kasus Surat Jalan Palsu

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 21:13 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Mantan pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking dituntut hukuman 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai Anita terbukti melakukan pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra.

"Kami jaksa penuntut umum dengan memperhatikan ketentuan UU yang bersangkutan, menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Anita Dewi Kolopaking telah terbukti melalukan tindak pidana menyuruh melakukan pemalsuan surat secara berlanjut," kata jaksa Yeni saat membacakan amar tuntutan di PN Jaktim, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020).

"Menjatuhkan hukuman pidana terhadap Anita Dewi A Kolopaking dengan pidana penjara 2 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan," imbuhnya.

Jaksa menilai Anita Kolopaking bersalah dalam kasus pembuatan surat jalan, surat keterangan kesehatan dan surat surat keterangan bebas COVID palsu Djoko Tjandra. Ketiga surat palsu itu digunakan untuk keperluan Djoko Tjandra yang merupakan buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali itu untuk kembali dan keluar dari Indonesia.

Jaksa menilai Anita terbukti membantu pelarian buron. Buron yang dimaksud ialah Djoko Tjandra.

"Dan melakukan tindak pidana dengan sengaja melepaskan atau memberi pertolongan ketika meloloskan diri orang yang ditahan atas keputusan hakim," ujar jaksa.

Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut hal yang memberatkan ialah Anita berbelit-belit dan tidak berterus terang dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan dan sebagai praktisi hukum atau pengacara yang mengetahui hukum justru melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Sementara hal yang meringankan yakni Anita belum pernah dihukum.

Akibat perbuatan itu, jaksa menilai Anita melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selanjutnya
Halaman
1 2