Round Up

Seruan Aturan Lindungi Tokoh Agama Usai Ustadz Maaher Hina Ulama

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 21:36 WIB
Ustadz Maaher Saat Diamankan oleh Penyidik Bareskrim Polri di Kediamannya
Foto: Dok. Istimewa

Komisi VIII DPR Merasa Sedih dan Miris

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP Ihsan Yunus merasa sedih mendengar kabar Ustaz Maaher menghina Habib Luthfi.

"Saya sendiri jujur sedih dan miris ada kasus seperti ini. Antara umat Islam saling berbenturan. Umat Islam di Indonesia itu 'pemegang saham' terbesar republik ini. Umat Islam pecah, yang hadir adalah potensi cerai-berai bangsa," ujar Ihsan Yunus lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (3/12/2020).

Dia menyayangkan tindakan Ustaz Maaher menghina Habib Luthfi karena hal tersebut tak ada dalam ajaran agama. Komisi VIII DPR RI diketahui membidangi persoalan keagamaan.

Ihsan menyebut seorang ulama harus dihormati oleh seluruh umat karena ulama adalah sosok yang menjadi teladan bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Ihsan meminta masyarakat untuk melihat kasus penghinaan ulama ini secara jernih. Terutama terkait posisi Soni Eranata yang sedang menjalani proses hukum.

PKB: Mengaku Ustaz Kok Hina Ulama

Waketum PKB Jazilul Fawaid menyebut tindakan kepolisian dalam menangkap Ustaz Maaher sudah tepat.

"Sudah tepat, pasti polisi melakukan tindakan penangkapan sesuai aturan. Proses sampai tuntas hingga timbul efek jera. Mengaku ustaz kok menghina ulama," ujar Jazilul lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (3/12/2020).

Jazilul mengatakan kasus yang menjerat Ustaz Maaher ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Menurutnya, seorang ustaz dalam berdakwah wajib mencontohkan hal-hal baik tanpa menghina atau menyebarkan kebencian kepada orang ataupun umat lainnya.