Jaksa KPK Soroti Rekan Menantu Nurhadi Tukar Uang Tanpa Dokumen Underlying

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:14 WIB
Sidang kasus Nurhadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (4/12/2020).
Sidang Nurhadi (Zunita AP/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK menyoroti prosedur penukaran uang yang dilakukan rekan Rezky Herbiyono, menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Jaksa menyoroti sistem penukaran uang mata asing tanpa dokumen underlying.

Awalnya, saksi bernama Deni Setianto, yang merupakan admin di PT Bali Inter Money Changer, menceritakan tentang adanya penukaran mata uang asing berbentuk dolar Singapura yang dilakukan oleh rekan Rezky bernama Calvin Pratama dan Yoga Dwi Hartiar. Deni mengatakan Yoga dan Calvin pada 2015 pernah menukarkan uang yang totalnya Rp 9,5 miliar. Diketahui, nama Calvin dan Yoga ini juga muncul dalam dakwaan.

"Kalau Yoga dua kali transaksi Rp 3 miliar, kira-kira Rp 6 miliar. Kalau Calvin juga dua kali transaksi pertama Rp 500 juta, kedua Rp 3 miliar, jadi total Rp 3,5 miliar," kata Deni saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/12/2020).

Deni mengatakan setiap transaksi penukaran uang di atas Rp 500 juta wajib dilaporkan ke PPATK. Terkait penukaran Calvin, Deni mengaku sudah melaporkan ke PPATK namun dia tidak tahu bagaimana dengan proses penukaran uang yang dilakukan Yoga.

"Calvin kita laporkan, kalau Yoga kan kita kan bagian admin ya, jadi yang urusin Yoga bukan saya, tapi setelah kami tahu bahwa ini ada masalah, kami segera laporkan," ucap Deni.

Jaksa lantas bertanya tentang ada atau tidaknya dokumen underlying dalam transaksi Calvin dan Yoga. Deni mengatakan saat itu transaksi keduanya tidak menyertakan dokumen underlying di mana setiap transaksi tukar mata uang asing diwajibkan oleh pemerintah menyertakan dokumen underlying.

"Dari transaksi yang saudara lihat mulai transaksi 2016 ke bawah ada underlying terkait valas nggak?" tanya jaksa KPK.

"Nggak ada hanya ID KTP," ucap saksi Deni.