Round-Up

Jejak Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari Berujung Bui untuk Brigadir AM

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 21:37 WIB
Hakim membacakan putusan untuk Brigadir AM di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Hakim membacakan putusan untuk Brigadir AM di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Rangkaian persidangan Brigadir Abdul Malik (AM) berakhir. Brigadir AM dijatuhi vonis 4 tahun penjara terkait kasus penembakan mahasiswa, Randi, di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sidang digelar di Pengadilan Jakarta Selatan (PN Jaksel) secara virtual pada Selasa (1/12/2020).

Sidang pembacaan putusan dilakukan secara virtual. Hanya majelis hakim yang hadir di ruang sidang, sedangkan JPU, kuasa hukum terdakwa, dan terdakwa Brigadir AM hadir secara virtual. Sidang dimulai pukul 16.30 WIB.

Brigadir AM dinyatakan bersalah karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia dan terluka.

Berikut jejak kasus tewasnya mahasiswa Kendari berujung bui untuk Brigadir AM:

Brigadir AM Jadi Tersangka

Brigadir AM terancam hukuman pidana maksimal 7 tahun penjara. Brigadir AM menjadi tersangka kasus kematian Randi, mahasiswa Kendari yang tertembak saat demo ricuh di DPRD Sultra.

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan menyimpulkan bahwasanya Brigadir AM telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasubdit V Dirpidum Bareskrim Polri Kombes CH Patoppoi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (7/11/2019).

Brigadir AM dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dan/atau Pasal 359 KUHP subsider Pasal 360 KUHP. Dalam Pasal 351 ayat 3, mengatur pidana terhadap penganiayaan yang mengakibatkan kematian orang lain, yakni pidana penjara paling lama 7 tahun.

Penetapan status tersangka terhadap Brigadir AM dilakukan setelah polisi melakukan uji balistik terhadap selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian tertembaknya mahasiswa Kendari, Randi

Selain itu, polisi mengecek senjata api yang dibawa 6 anggota Polri saat pengamanan demo di DPRD Sultra terkait sejumlah rancangan undang-undang pada 27 September. Enam polisi pembawa senjata api sudah disidang disiplin karena melanggar aturan terkait pengamanan demonstrasi.

"Dari hasil uji balistik menyimpulkan 2 proyektil dan 2 selongsong identik dengan senjata api jenis HS yang diduga oleh Brigadir AM," sambung Patoppoi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3