PKS soal Azan Ajakan Jihad: Tak Tepat Secara Dalil Agama

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 19:57 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid (Screenshoot 20detik)
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan sikap muazin menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad' tidak tepat secara dalil agama. PKS menilai kalimat ajakan berjihad itu tak relevan dengan situasi Indonesia saat ini.

"Memang tidak relevan untuk kemudian menambahkan azan dengan 'hayya alal hihad' itu," kata Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid saat dihubungi pada Selasa (1/12/2020).

Dia menyebut penambahan lafaz 'hayya alal jihad' dalam azan tak tepat dari sudut pandang hadis maupun pemahaman para ulama. "Ya tidak tepat secara dalil agama, hadis, maupun, karena azan itu kan ini nya hadis ya, ataupun juga dalam pemahaman para ulama dalam fikih itu tidak sesuai," sambung Hidayat.

Hidayat kemudian menyampaikan bahwa menyelipkan ajakan jihad dalam azan cenderung berpotensi menghadirkan kegaduhan dan kesalahpahaman. Padahal, menurutnya, Indonesia saat ini memerlukan persatuan bangsa dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Konteksnya tidak tepat juga karena tadi malah akan menghadirkan kegaduhan, salah paham, polemik, tuduh-menuduh, menambah masalah di saat dimana kita harus bersatu padu melawan COVID-19. Dan karenanya semua pihak juga hendaknya jangan menambah gaduh gitu ya," tutur dia.

"Kita kan negeri yang katanya negara Pancasila di Indonesia. Ada toleransi, ada persatuan Indonesia, ada permusyawaratan, bagaimana ini kita selesaikan, bagaimana semangat persatuannya kita kedepankan," imbuh Hidayat.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video azan dengan menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad' viral di media sosial. Polisi turun tangan menyelidiki video tersebut.

Dalam narasi di video tersebut tertulis seruan itu merupakan respons beberapa warga atas pemanggilan Habib Rizieq Shihab oleh polisi terkait kasus kerumunan di Petamburan.

"Kita akan cek terkait hal tersebut (dugaan seruan jihad di Petamburan)," kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan saat dihubungi detikcom, Senin (30/11).

Namun polisi belum mendapatkan informasi berarti. Singgih berpesan agar masyarakat tidak terpancing peristiwa tersebut.

"Kita imbau dari awal terkait video itu untuk masyarakat tidak terpancing," sebutnya.

(hel/aud)