BNPT Tinjau Pembinaan Wirausaha untuk Mantan Napi Teroris di Medan

Inkana Putri - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 23:04 WIB
Boy Rafli Amar
Foto: BNPT
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar meninjau lokasi kewirausahaan Yayasan Ashabul Kahfi di Medan, Sumatera Utara. Kunjungan bertujuan untuk mendukung reintegrasi para mantan narapidana terorisme dengan masyarakat.

Boy menyampaikan proses reintegrasi dan pengembangan program mitra deradikalisasi juga perlu perhatian dan sentuhan dari seluruh elemen. Hal ini dilakukan agar program dapat berjalan dengan baik.

"BNPT memberikan bimbingan di bidang usaha sebagai bentuk amanat undang-undang. Yang perlu diingat hal ini membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, kita terus evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik lagi, kalau perlu kita cari peluang-peluang untuk memajukan mitra dan masyarakat sekitarnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Sementara itu Ketua Yayasan Ashabul Kahfi, Marwan bersyukur atas dukungan BNPT dalam menyokong reintegrasi para anggota yayasan bahkan hingga mempekerjakan masyarakat sekitar.

Ia menyampaikan saat ini minat para pemuda yayasan terus berkembang hingga merambah bidang lainnya.

"Alhamdulillah sekali kami biasa didatangi staf BNPT saja sudah gembira, saat ini dihadiri langsung oleh Kepala BNPT dan jajarannya. Adapun untuk minat temen-teman mitra deradikalisasi inginnya mulai belajar usaha bengkel dan mebel, ini yang sedang kita usahakan," katanya.

Sebagai informasi, dalam kunjungannya ke Yayasan Ashabul Kahfi , Boy turut didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dan Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah setempat seperti Kapolres Pelabuhan Belawan, Kapolsek Hamparan Perak, PJS Banramil, Camat Hamparan Perak, Camat Medan Marelan, Kepala Desa, Badan Pemasyarakatan Kota Medan, dan Kepala Lingkungan Dusun.

Diketahui, Yayasan Ashabul Kahfi merupakan sebuah usaha kemandirian kelompok dari Ikhwan Mitra Deradikalisasi BNPT. Saat ini, lahan seluas kurang lebih 3 hektar tersebut diisi berbagai aktivitas seperti kebun jagung, peternakan unggas, dan aktivitas lainnya.

(mul/ega)