Cegah Paham Radikal Intoleran, BNPT Bentuk Gugus Tugas Pemuka Agama

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 23:46 WIB
BNPT
Foto: dok. BNPT
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelenggarakan silaturahmi kebangsaan sekaligus Pengukuhan Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme. Acara ini digelar di Hotel Mulia Senayan.

Diinisiasi oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar, pembentukan gugus tugas lintas agama yang dikukuhkan hari ini didorong oleh maraknya propaganda radikal intoleran yang menggunakan simbol maupun ajaran agama tertentu. Hal ini dikhawatirkan dapat mencederai kemajemukan umat beragama yang ada di Indonesia.

Komjen Pol. Boy Rafli Amar memandang peran strategis pemuka agama untuk membentuk karakter dan moral masyarakat melalui pendidikan agama yang benar. Sehingga paham radikal intoleran yang dapat memicu aksi teror dapat direduksi.

Ia menyatakan pembentukan Gugus Tugas Pemuka Agama ini menjadi wujud nyata dari program pencegahan radikal terorisme yang harus dilakukan secara holistik dari hulu hingga ke hilir, sesuai dengan mandat UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana terorisme. Pengukuhan ditandai dengan penyematan kepada perwakilan Gugus Tugas Pemuka Agama oleh Kepala BNPT.

"BNPT sangat berharap dari sinergitas yang terjadi antara BNPT dan tokoh agama untuk bisa sama-sama melakukan upaya moderasi dalam kehidupan beragama, menjelaskan sikap-sikap ekstremisme dalam kegiatan beragama yang tentunya dapat bersinggungan dengan agama satu dengan lainnya karena kita menyadari Indonesia beragam dari sisi agama," jelas Boy dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11/2020).

Menjaga keutuhan NKRI menjadi tantangan tersendiri di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kepala BNPT berharap Gugus Tugas yang dibentuk dapat menciptakan perdamaian dan meningkatkan daya tangkal masyarakat dari pemahaman maupun ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama dan negara.

"Semoga sinergitas BNPT dan seluruh tokoh pemuka agama dapat meminimalisir segala bentuk proses penyebaran paham radikal intoleran sehingga dunia mengenal wajah Indonesia yang damai," lanjutnya.

Hadir dalam pengukuhan tersebut Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Said Aqil Siraj, Staf Ahli Menteri Agama, serta perwakilan dari organisasi keagamaan lintas agama.

(prf/ega)