Round-Up

Ragam Pendapat Kala Gerbong 212 Tak Masuk Kepengurusan MUI

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 23:00 WIB
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta
Gedung MUI (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menetapkan kepengurusan periode 2020-2025. Wajah baru MUI tanpa tokoh-tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212 menuai reaksi beragam sejumlah kalangan.

Nama Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh yang lekat dengan PA 212 hilang dari kepengurusan MUI yang baru. Kepengurusan MUI 2020-2025 ini disusun tim formatur yang diketuai Ma'ruf Amin. Miftachul Akhyar dipilih sebagai Ketua Umum MUI baru.

"Ketua Umum KH Miftachul Akhyar," kata Ma'ruf Amin, Jumat (27/11/2020).

Pengurus MUI 2020-2025 masih diisi beberapa nama lama, namun tokoh seperti Din Syamsuddin hingga Tengku Zulkarnain tak ada di struktur kepengurusan. Din Syamsuddin sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Din telah menyatakan tak akan menghadiri Munas MUI sebelum gelaran itu dilaksanakan.

Tengku Zulkarnain yang dikenal kerap berseberangan dengan kebijakan pemerintah, juga tak ada di struktur kepengurusan MUI 2020-2025. Tengku Zul menghormati hasil Munas MUI dan menyatakan akan fokus berdakwah keliling Indonesia dan dunia.

Tokoh-tokoh yang dikenal berafiliasi dengan PA 212 juga tak lagi menjadi pengurus MUI 2020-2025. Bachtiar Nasir, yang duduk sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, tak mendapat posisi baru di kepengurusan teranyar. Bachtiar Nasir aktif memimpin GNPF MUI ketika kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tengah panas-panasnya.

Ada juga Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak yang tak diikutsertakan di kepengurusan MUI yang baru. Yusuf Martak menjabat bendahara di kepengurusan MUI yang lama.

Hilangnya sejumlah tokoh 212 dari kepengurusan MUI menuai pro kontra di sejumlah kalangan. Mereka pun angkat bicara soal kepengurusan baru MUI ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3