Di HUT ke-75 PGRI, Menag Minta Guru Bimbing Siswa Taat Protokol Kesehatan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 19:27 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam peringatan Hari Santri di kantor Kemenag.
Foto: Menag Fachrul Razi (dok. Kemenag)

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turut memberikan sambutan dalam acara HUT PGRI hari ini. Jokowi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para guru di seluruh pelosok Tanah Air. Dia mengatakan guru punya peran penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Saya mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 PGRI. Terima kasih kepada para guru yang pantang menyerah dan terus berjuang di tengah keterbatasan. Terima kasih telah mendidik generasi bangsa menjadi SDM unggul yang selalu mencintai Indonesia," kata Jokowi dalam siaran di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/11).

Jokowi menilai peran guru di saat pandemi Corona (COVID-19) sangat vital. Para guru tetap dituntut berkarya dan berinovasi dalam memimpin kegiatan belajar-mengajar, baik secara daring maupun menemui langsung para siswa.

"Guru-guru dipaksa beradaptasi dengan cepat, beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, bekerja sekuat tenaga agar anak-anak bisa tetap belajar dengan baik. Tetapi, tantangan akibat pandemi COVID-19 ini tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran," ucapnya.

Menurutnya, keterbatasan yang dihadapi harus diatasi dengan kreativitas sehingga membuat siswa tetap belajar dengan antusias dan memotivasi siswa menjadi pembelajar mandiri. Namun, Jokowi mengatakan untuk melakukan hal tersebut tantangan pendidikan di era pandemi ini juga harus diatasi dengan sinergi.

Jokowi mengatakan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dia mengatakan peran orang tua sebagai pendidik utama di keluarga juga sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses belajar anak. Menurutnya, kerja sama guru dengan orang tua harus terus ditingkatkan.

"Saya menyadari banyak orang tua yang tidak sabar menunggu sekolah dibuka kembali. Tapi kita harus hati-hati karena kesehatan dan keselamatan adalah hal yang terpenting. Kesehatan dan keselamatan para guru maupun siswa peserta didik akan selalu menjadi prioritas tertinggi pemerintah," imbuhnya.

Halaman

(hel/jbr)