Round-Up

Dugaan Penculikan di Balik Misteri Hilangnya 3 Bocah Lebih dari Sebulan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 05:30 WIB
Kapolsek Salapian Langkat Iptu Sutrisno pimpin langsung pencarian ketiga anak yang hilang.(ANTARA/Imam Fauzi)
Foto: Kapolsek Salapian Langkat Iptu Sutrisno saat memimpin pencarian ketiga anak yang hilang beberapa waktu lalu (ANTARA/Imam Fauzi)
Medan -

Misteri hilangnya 3 bocah di Langkat, Sumatera Utara (Sumut), belum terungkap. Sebulan lebih waktu berlalu, penyebab hilangnya 3 bocah berusia 7 tahun itu belum ada yang tahu.

Puluhan saksi diperiksa polisi untuk mengungkap misteri hilangnya ketiga bocah bernama Yogi Tri Herlambang, Nizam Auvar Reja, dan Alviza Zahra. Ketiga warga Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Langkat, itu hilang sejak Minggu (18/10) lalu.

Dilansir Antara, Jumat (27/11/2020), dilaporkan ada 45 saksi telah diperiksa polisi. Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Muhammad Sahed Husen lewat Kanit Pidum Iptu Bram Chandra menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap pihak operator alat berat, pihak perkebunan, dan masyarakat.

Polisi memeriksa para saksi untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk lain agar kasus ini segera terungkap. Polisi belum membuat kesimpulan soal penyebab hilangnya ketiga bocah tersebut.

Tim gabungan dari Polda Sumut, Polres Langkat, dan Polsek Salapian dibentuk untuk mencari ketiga bocah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, ada dugaan tindak pidana penculikan.

"Polisi belum mau membeberkan lebih lanjut dugaan penculikan tersebut, polisi masih mengimbau kepada masyarakat jika ada informasi tentang ketiga anak tersebut agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian," ujar Bram.

Polisi juga masih terus mencari ketiga anak tersebut. "Polisi masih terus mencari keberadaan tiga anak hilang itu sejak Minggu (18/10) yang lalu," sambungnya.

Foto 3 anak yang hilang misterius di Langkat (ANTARA)Foto 3 anak yang hilang misterius di Langkat (ANTARA)

Area pencarian tiga bocah hilang tersebut ditutup bagi kegiatan orang-orang yang mengaku pananormal hingga YouTuber. Mengapa?

Penutupan area pencarian bagi kegiatan paranormal dan YouTuber ini diketahui dari video viral di salah satu kanal YouTube. Dalam video tersebut, terlihat papan bertulisan 'Mohon maaf kegiatan paranormal-YouTuber di Dusun Pulka Ditutup'.

Camat Salapian, Saleh, mengatakan hal tersebut dilakukan warga untuk memudahkan petugas yang melakukan pencarian. Hal itu juga dilakukan warga untuk mencegah kerumunan saat pandemi Corona.

"Artinya, ngapainlah masuk ke dalam kalau orang-orang itu istilahnya nggak tahu kita bagaimana, bikin pusing, ramai kali. Ini kan situasi COVID. Kan gitu, ngapain ramai-ramai jadi masyarakat maunya kan takut dia nanti ada penyakit COVID pula kan di dalam ramai-ramai kan gitu," ujar Saleh, Kamis (12/11).

Apa saja upaya pencarian yang sudah dilakukan untuk menemukan ketiga bocah tersebut?

Selanjutnya
Halaman
1 2