Ngabalin Ungkap Alasan Tak Diperiksa KPK Meski Ikut Rombongan Edhy Prabowo

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:31 WIB
Ali mochtar ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (Ardian Fanani/detikcom)
Jakarta -

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengaku ikut dalam rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat bertugas ke Amerika Serikat (AS). Ngabalin tak ikut dimintai keterangan oleh KPK bersama Menteri Edhy.

"Iya, satu pesawat, satu tim, satu rombongan dari Jakarta, kemudian ke Hawaii. Satu agenda yang sama," kata Ngabalin saat dihubungi, Rabu (25/11/2020).

Ngabalin menyebut diajak Edhy dalam kapasitas sebagai salah satu pembina di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia mengaku sempat ditanya oleh pihak KPK soal siapa saja yang termasuk dalam rombongan.

"Jadi Bapak Menteri, istri, dan beberapa dirjen kan jalan duluan, Bang Ali di belakang. Kata-katanya bukan ditangkap, tapi memang dia dimintai keterangan untuk memberikan keterangan terkait dengan data awal yang diperoleh oleh KPK," ungkap Ngabalin.

"(Pihak KPK menyampaikan) tolong bantu untuk menunjukkan siapa orang yang dia perlu, dan Bang Ali tunjukin, 'oh ini tim kami, ini rombongan, ibu ini rombongan kami'. (KPK menjawab) 'oh iya, terima kasih, Pak Ngabalin'. Gitu aja," imbuhnya.

Ngabalin menegaskan tidak ikut dimintai keterangan oleh KPK. Menurut Ngabalin, dirinya tak termasuk dalam daftar yang keterangannya dibutuhkan oleh KPK terkait kasus Edhy Prabowo.

"Kenapa Bang Ali tidak termasuk? Karena KPK punya dasar orang yang harus dimintai keterangan. Kan Bang Ali bukan pejabat pembuat komitmen, bukan pejabat pengguna keuangan, dan KPK punya data-data awal," ujarnya.

Tonton video 'Jokowi soal Edhy Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum di KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Ngabalin mengaku siap dipanggil KPK jika nantinya keterangannya dibutuhkan. Simak selengkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2