Urus Udang, Ini Rangkaian Kegiatan Edhy Prabowo di AS Sebelum Dicokok KPK

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 11:19 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo
Menteri KKP Edhy Prabowo. (Foto: dok KKP)
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Edhy Prabowo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sepulang dari Amerika Serikat. Apa saja kegiatan Edhy Prabowo di AS?

Sebelum ditangkap KPK, Edhy terbang ke Negeri Paman Sam sejak pekan lalu. Pada Selasa (17/11) lalu, Edhy Prabowo bertolak ke AS dan transit di Korea Selatan.

Pada kunjungan pertamanya, Edhy menyambangi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. Menurut keterangan resmi di situs KKP, yang dilihat Rabu (25/11/2020), OI merupakan organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, budi daya laut, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Lembaga ini disebutkan juga merupakan afiliasi dari Hawai'i Pacific University (HPU) sejak 2003. Berikut ini rangkaian kegiatan Edhy Prabowo di AS:

Jalin Kerja Sama Budi Daya Udang

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar memaparkan KKP memilih menjalin kerja sama dengan OI karena lembaga di Honolulu itu memiliki teknologi dan ahli yang mumpuni di sektor budi daya, khususnya spesies udang. Target kerja sama ini adalah bisa mentransfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.

"Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor," jelas Antam.

Antam juga menjelaskan pengembangan budi daya udang nasional merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menunjuk Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP. Maka itu, kerja sama dengan OI merupakan upaya Edhy Prabowo menjawab arahan tersebut.

"Merujuk arahan Presiden kepada Pak Menteri Edhy untuk pengembangan budi daya udang vaname, nah ini salah satu upaya ke sana. Untuk pengembangan budi daya di Indonesia, kita perlu kerja sama dengan para expert," tuturnya.

Selama di AS itu, Edhy turut didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Plt Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini Hanafi, dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP Pung Nugroho Saksono. Kunjungan itu berlangsung selama 7 hari.