Sederet Pernyataan Edhy Prabowo soal Benur Sebelum Ditangkap KPK

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 10:55 WIB
Menteri KKP periode 2019-2024 Edhy Prabowo hadiri acara pisah-sambut di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti turut hadir di sana
Edhy Prabowo / Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, ditangkap KPK terkait dugaan korupsi ekspor benih lobster (benur). Jauh sebelum ditangkap, Edhy Prabowo kerap mengeluarkan pernyataan terkait ekspor benur yang menuai sorotan.

Edhy Prabowo bersama sejumlah orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK dini hari tadi. Salah satu yang ikut ditangkap yaitu istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi yang merupakan anggota Komisi V DPR.

Sejumlah orang yang ditangkap kemudian dibawa ke gedung KPK dini hari tadi. KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status Edhy Prabowo dkk.

Kabar mengenai penangkapan Edhy Prabowo ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Ghufron mengatakan penangkapan tersebut terkait ekspor benur atau benih lobster.

"Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur," kata Ghufron, Rabu (25/11/2020).

Soal ekspor benur ini memang sempat menjadi kontroversi beberapa waktu lalu. Ini sederet pernyataan Edhy soal ekspor benur.

1. Edhy Prabowo Tegaskan Tak Akan Mundur soal Ekspor Benih Lobster

Edhy Prabowo menegaskan tidak akan mundur soal kebijakan membuka keran ekspor benih lobster.

"Jadi banyak yang kami sedang matangkan, ada 29 aturan yg jadi polemik selama ini mau kami revisi. Termasuk lobster," ucap Edhy, dalam sebuah diskusi dengan nelayan ikan tuna di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Edhy mengatakan banyak yang menertawakan kebijakannya ini. Dia menyebut kebijakan tersebut menyangkut hidup nelayan dan lingkungan.

"Anda pasti tertawa melihat lobster, saya tidak akan pernah mundur! Karena ini menyangkut nelayan kita, lingkungan kita," ungkap Edhy.

2. Edhy Prabowo Cari Lokasi Budi Daya Benih Lobster di Dalam Negeri

Edhy Prabowo menyebut banyak daerah di Indonesia yang berpotensi untuk pembesaran benur. Dia mengatakan perlu ada kajian untuk menentukan pembesaran benur.

"Untuk melakukan pembesaran (benur) perlu ada kajian di tempat-tempat tertentu, dan nanti kita lihat, kalau ada tempatnya tidak masalah," kata Edhy saat ditemui di Hotel Grand Keisha, Jalan Affandi, Gejayan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (19/12/2019).

Edhy mengatakan, bahwa daerah-daerah yang telah melakukan pembesaran benih lobster seperti di NTB, Sulawesi Tenggara hingga Lampung. Menyoal lokasi yang berpotensi menjadi tempat pembesaran benur di Jawa, Edhy mengaku belum memetakannya.

"Belum, belum, belum ada (pemetaan di laut selatan Jawa), tapi infonya di Jatim ada, tapi belum detail (dari mana) asal benihnya," ujarnya.

"Sementara ini kita akan memulai di tempat-tempat yang alamiah dia lakukan (pembesaran benur), contoh di Lombok Timur kan ada, ini saya tidak menentukan tempat ya, tapi apa yang ada akan kita kembangkan," imbuh Edhy.

Rencana pengembangan tersebut, kata Edy, dilakukan setelah ada pengakuan dari nelayan di Lombok Timur. Di mana mereka melakukan pembesaran secara diam-diam dengan menempatkan ikan di bagian atas dan bagian bawah diisi.

"Ada 2 jenis (lobster) yang dibesarkan (nelayan Lombok Timur), yakni lobster pasir dan mutiara. Tapi mereka minta kalau bisa (lobster) pasir ini jangan sampai 200 gram (yang diekspor) pak, 100 gram saja. Terus saya tanya, kemana kamu bawa? 'Ke ekspor', lho kamu kan nolak ekspor? 'Iya pak tapi ini kan sudah gede dan nilai tambahnya ada'," ujarnya.

"Artinya kan ada keinginan dari masyarakat (untuk ekspor lobster), masak tidak ditampung. Terus kalau sudah bisa dikembangkan di sini, ya kenapa kita harus di luar (pembesarannya)? Nantinya kita yang ekspor hasilnya, hasil dari pembesaran (benur)," imbuh Edhy.

Simak video 'Waka Komisi IV soal Edhy Prabowo: Ekspor Benur Bukan Visi-Misi Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3