Petani di NTT Paksa 5 Wanita di Medsos Rekam Adegan Mesum dengan Pria

Muslimin Abbas - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 14:35 WIB
Polisi menangkap petani di NTT yang memaksa 5 wanita untuk berhubungan badan dengan pria dan divideokan (Muslimin Abbas/detikcom)
Polisi menangkap petani di NTT yang memaksa lima wanita berhubungan badan dengan pria dan memvideokannya. (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Tim Cyber Polda Maluku dan Polres Flores Timur menangkap seorang petani berinisial HHG (32) atas kasus memaksa wanita berhubungan intim dengan pria lain. HHG juga meminta korban merekam adegan bersetubuh dan mengirim video syur tersebut kepadanya.

Direskrimsus Polda Maluku Kombes Eko Santoso mengatakan ada lima wanita yang jadi korban, salah satunya adalah mahasiswi. HHG melakukan aksi bejat berawal dari merayu wanita di media sosial.

"Pada saat dia (pelaku) chat itu membujuk lawan chat itu membuka pakaian. Pertama membuka baju atas, setelah itu gambar (screenshot) ini digunakan mengancam yang bersangkutan, 'kamu tidak melakukan, ini saya sebar'," kata Kombes Eko di kantornya, Ambon, Selasa (24/11/2020).

"Akhirnya bertahap sampai jadi korbannya ini karena takutnya di-share gambar-gambar, dia dipaksa bersetubuh divideokan, dikirim ke dia (pelaku). Selanjutnya lagi dia mengambil alih akun korban dari akun-akun korban ini dia melakukan kejahatan yang sama," sambungnya.

Polisi menangkap petani di NTT yang memaksa 5 wanita untuk berhubungan badan dengan pria dan divideokan (Muslimin Abbas/detikcom)Pelaku sudah menjalankan aksinya sejak 2018 (Muslimin Abbas/detikcom)

Polisi mengatakan HHG tidak memeras korban. Dia hanya memaksa korban perempuan berhubungan intim dengan pria lain.

"Yang bersangkutan ini sebatas pada itu (bukan memeras uang). Saya berharap kepada masyarakat, tolong tidak terpancing oleh hal seperti itu, karena apa? Kalau jahat lagi, mungkin juga diperas, mungkin segala hal yang dilakukan bersangkutan, tetapi pelaku sebatas kegiatan pornografi. Pelaku berkebun saja (bekerja)," jelasnya.

HHG, yang diketahui sudah berumah tangga, menjalankan aksinya sejak 2018. Dia mengiming-imingi uang kepada korban untuk melepaskan pakaian saat chatting di media sosial.

Setelah mendapatkan foto bugil korban, HHG memaksa korban berhubungan badan dan divideokan. Korban bukan hanya di Ambon, tapi juga di daerah lain.

"Kalau modusnya iming-iming uang, tidak hipnotis. Korban mahasiswa. Kalau mahasiswa, korban bukan hanya di Ambon. Sudah melakukan ini tahun 2018. Jadi korban kan perempuan, perempuan itu cari pasangan sendiri, 'Pokoknya kamu lakukan ini (hubungan intim) videoin, kirim ke saya. Kalau tidak, saya sebarkan foto yang ada di saya'," bebernya.

Penangkapan HHG dengan akun Facebook atas nama Sahab Aras Malik didasarkan pada dua laporan polisi dari korban. Bekerja sama dengan Polres Flores Timur, pelaku ditangkap pada 17 November dan diterbangkan ke Kota Ambon beserta barang bukti pelaku.

"Penangkapan dilakukan di NTT bahwa tersangka HHG dengan Facebook Sahab Aras Malik, dia melakukan chatting beberapa perempuan. Barang bukti yang didapat adalah HP yang digunakan dan pakaian yang digunakan pada saat melakukan chatting. Keberhasilan ini tidak luput dari Kasat Serse Polres Flores Timur untuk melakukan penangkapan," ungkapnya.

(jbr/idh)