Viral Jenazah Wanita Diabaikan Keluarga, Dirawat hingga Meninggal Sendirian

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 13:20 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Makassar -

Seorang pasien wanita di RSUD Syekh Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial lantaran sedari menjalani perawatan hingga meninggal dunia seorang diri. Mirisnya lagi, tidak ada pihak keluarga yang mau mengurusi jenazah. Bahkan keluarga lari saat didatangi lurah setempat.

"Jadi Pak Lurah pergi cari keluarganya, tapi tidak sempat ketemu karena lari katanya itu keluarganya. Keluarganya menghindar," kata Kepala Bagian Umum RSUD Syekh Yusuf, Muhammad Amin, kepada detikcom, Selasa (24/11/2020).

Pasien wanita yang dirahasiakan identitasnya itu semula dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Syekh Yusuf oleh tetangganya pekan lalu. Namun tetangga hanya mengantar dan selebihnya pasien itu seorang diri selama empat hari dirawat inap.

"Jadi itu yang bersangkutan masuk di rumah sakit, IGD, dibawa oleh tetangganya. Kurang-lebih empat hari di rumah sakit. Pihak rumah sakit tetap menerima dan melayani, cuma kondisinya yang sangat parah dia menemui ajalnya di rumah sakit, di IGD meninggal, dibawalah ke pemulasaraan jenazah," kata Amin.

Selama di bagian pemulasaraan jenazah, pihak RSUD kemudian berkoordinasi ke pihak Dinas Sosial (Dinsos) Gowa karena tak ada keluarga yang mau mengurusi jenazah pasien itu. Amin pun mengaku menyayangkan sikap dari keluarga yang lepas tangan terhadap pasien tersebut.

"Saya kira tidak ada orang, tidak ada keluarga, cuma ini keluarganya. Begitulah Pak, tidak sama ini kita punya perasaan, (tidak sama) sifat toh," tutur Amin.

Amin mengaku belum pernah menyaksikan insiden seperti ini selama bertugas sebagai tenaga kesehatan.

"Barusan saya lihat ini orang mengingkari keluarganya begitu. Jadi yang bersangkutan itu almarhum dijaga, dirawat, oleh pihak rumah sakit sendiri Pak, sejak masuk ndag ada (keluarga), tetangganya ji yang bawa. Nah, itu saja sejak masuk pasien pergi tetangganya, tidak ada pesan, kontak ditinggalkan, tidak ditahu siapa dihubungi," terang Amin.

Karena tak ada kejelasan dari pihak keluarga, pihak RSUD yang berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Gowa serta disaksikan oleh pihak kepolisian akhirnya sepakat mengurus serta menguburkan jenazah pasien.

Amin mengatakan pemakaman jenazah pasien tersebut sepenuhnya diambil alih oleh Dinsos Gowa yang disaksikan oleh kepolisian. Tapi karena tak ada keluarga, pihak RSUD ikut serta membantu.

"Hanya yang almarhumah ini tidak punya keluarga, maka secara kemanusiaan pihak rumah sakit, petugas pemulasaraan ini ikut mengantar," katanya.

(aud/aud)