'Ustaz' yang Kelola Pabrik Sabu di Lotim Diancam 20 Tahun Penjara

Faruk Nickyrawi - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 19:38 WIB
Foto Ustaz Chen baju kotak-kotak Biru. Dok Ditresnarkoba Polda NTB
Ustaz Chen (baju kotak-kotak biru) (Dok. Ditresnarkoba Polda NTB)
Lombok -

Pengelola pabrik sabu rumahan S alias Ustaz Chen (32) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terancam hukuman 20 tahun penjara. Dia dijerat dengan Pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ustaz itu dijerat Pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara," kata Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, I Made Yogi Purusa Utam, kepada detikcom, Senin (23/11/2020).

Yogi mengatakan Ustaz Chen merupakan residivis atas kasus narkoba. Chen bebas 8 bulan lalu.

"Iya betul, dia baru bebas 8 bulan yang lalu," ucapnya.

Setelah keluar dari penjara, Chen mengajak istrinya tinggal di rumah kakaknya di Pancor Selong, Lombok Timur. Di rumah itulah Chen membuat dan meracik sabu.

Yogi mengatakan, sebelum menjadi pengedar dan pembuat sabu, Chen merupakan seorang guru ngaji. Chen mengajar ngaji ilmu tarekat dan memiliki banyak murid.

Secara terpisah, Direkrut Resnarkoba Polda NTB Kombes Helmi Kwarta Kusuma PR mengatakan Chen sudah lama tidak mengajar ngaji. Hal itu setelah Chen memutuskan beralih profesi sebagai bandar sabu.

"Dulu ngajar ngaji sebelum alih profesi jadi bandar sabu, masyarakat kenal dia sebagai ustaz," kata Helmi.

Chen merupakan pengelola pabrik sabu rumahan yang dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Jenderal Yusuf. Helmi mengatakan Chen dijanjikan oleh Yusuf sebesar Rp 100 juta setiap meracik sabu.

"Kata dia, Yusuf akan bayar dia Rp 100 juta untuk tiap kali produksi," jelasnya.

Sebelumnya, pabrik sabu rumahan yang digerebek Ditresnarkoba Polda NTB di Lombok Timur diduga dikendalikan narapidana yang masih menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (lapas). Disebutkan, napi yang dikenal dengan sebutan Jenderal Yusuf memberikan bahan-bahan ke pabrik sabu itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2