'Jenderal' Yusuf, Napi Otak Pabrik Sabu di Lombok Ternyata Buron Interpol

Faruk - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:18 WIB
interpol
Logo Interpol (Foto: Idham Kholid/detikcom)
Mataram -

Nama 'Jenderal' Yusuf mencuat setelah Tim Ditresnarkoba Polda NTB menggerebek dan membongkar sebuah pabrik rumahan pembuatan sabu di Lombok Timur. Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 Mataram itu jadi otak alias pengendali pabrik sabu rumahan tersebut.

Ternyata, Jenderal Yusuf juga merupakan buronan Interpol. Diduga dia terlibat kasus kriminalitas di negara lain.

"Jenderal Yusuf ini ada reply notice-nya dari Interpol. Dia buronan Interpol," kata Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, AKP I Made Yogi Purusa Utama, kepada detikcom, Senin (23/11/2020).

AKP Made Yogi menyebut Jenderal Y terlibat kasus perampokan di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Namun Dia tidak dapat memastikan alasan Yusuf mendapat sebutan 'jenderal'. Namun panggilan tersebut melekat pada Yusuf selama di dalam lapas.

"Sebutkan jenderal, kita nggak tahu gara-gara apa, mungkin karena pengaruhnya kuat terhadap napi lain mungkin, saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas itu dia dipanggil jenderal dari dalam lapas," jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi berkoordinasi dengan pihak Lapas Mataram. Yusuf akhirnya ikut ditangkap. Dia diduga jadi otak operasional pabrik sabu rumahan.

Simak video 'Heboh Polwan Nyabu, Padahal Berprestasi Libas Narkoba':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2