'Jenderal' Yusuf, Napi Otak Pabrik Sabu di Lombok Ternyata Buron Interpol

Faruk - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:18 WIB
interpol
Logo Interpol (Foto: Idham Kholid/detikcom)

Sebelumnya, polisi menggerebek sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika jenis sabu. Sebanyak 10 tersangka diamankan.

Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Helmi Kwarta Kusuma mengatakan penangkapan terjadi pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 15.30 Wita. Kasus itu berhasil diungkap berkat kerja sama Ditresnarkoba dengan pihak Lapas Kelas IIA Mataram.

"Yang 10 pelaku ini merupakan satu kelompok jaringan yang dalam mendapatkan sabu, mereka disuplai atau dapatkan dari orang yang mereka panggil dengan sebutan 'Ustadz'. Si Ustadz inilah yang rumahnya dijadikan pabrik sabu rumahan, yang peralatannya difasilitasi oleh yang disebut 'Jenderal Yusuf' yang ada di dalam Lapas," kata Helmi lewat keterangannya, Minggu (22/11).

Berbekal informasi awal, polisi bergerak ke lokasi pertama yaitu 4 rumah kos di wilayah Lombok Timur, tepatnya di Desa Pancor, Kecamatan Selong. Polisi berhasil mengamankan 8 tersangka, yakni SRA, RS, HA, RP, LN, RAK, HD, dan SH.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sabu, alat timbangan digital, uang tunai, dan beberapa unit handphone. Polisi bergerak ke TKP kedua, tepatnya di Kecamatan Pringesela, Lombok Timur. Polisi menangkap 2 tersangka berinisial SS dan RW di sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika.

Para tersangka sudah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda NTB. Mereka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, Pasal 113 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Halaman

(jbr/jbr)