Menag Ungkap 2 Calon Jemaah Umroh Gelombang IV Positif COVID-19

Rahel Narda - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 15:34 WIB
Menag Fachrul Razi (Rahel Narda/detikcom),
Foto: Menag Fachrul Razi (Rahel Narda/detikcom),
Jakarta -

Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan ada 2 calon jemaah umroh gelombang ke-4 yang terpapar COVID-19. Total, ada 72 jemaah umroh yang diberangkatkan dalam pemberangkatan umroh tanggal 22 November 2020.

Menag Fachrul menyampaikan hal ini dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2020). Awalnya, Menag Fachrul mengatakan pemberangkatan umroh gelombang pertama dilakukan tanggal 1 November, gelombang kedua tanggal 3 November, dan gelombang ketiga tanggal 8 November 2020.

"Alhamdulliah yang (gelombang) keempat telah juga berlangsung 22 November beberapa hari lalu. Jemaah yang disiap berangkat 74, tapi 2 di antaranya kena positif COVID-19 sehingga yang berangkat 72 (jemaah)," ujar Fachrul.

Menag Fachrul menjelaskan kedua jemaah tersebut terdeteksi positif COVID-19 sebelum berangkat ke Arab Saudi. Hal ini membuat kedua jemaah itu tidak perlu dikarantina di Arab Saudi.

"Alhamdilliah postif COVID ketahuannya sebelum berangkat sehingga tidak perlu ada karantina di Saudi Arabia," katanya.

Lebih lanjut menurut Menag Fachrul, saat ini kedua calon jemaah umroh yang positif COVID-19 sedang melakukan isolasi mandiri di hotel. Nantinya, Menag Fachrul mengatakan akan menggunakan asrama haji sebagai tempat isolasi bagi para calon jemaah yang terpapar COVID-19.

"Mereka juga sudah melakukan karantina diswab selama karantina. Kami memang sudah menawarkan asrama haji kami lihat yang sekarang mereka masih pakai hotel, tapi mungkin, memang awalnya sudah membooking hotel itu. Tapi ke depan kami akan coba menawarkan untuk masuk asrama haji aja sehingga kami mudah mengawasinya," kata Fachrul.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi PDIP Ihsan Yunus meminta Menag Fachrul kembali mengingatkan komitmen Kementerian Agama terkait koordinasi dan penerapan proses karantina terhadap para jemaah umroh. Komitmen tersebut merujuk pada Raker Menag bersama Komisi VIII DPR RI pada 18 November 2020.

"Ada kesimpulan yang mengikat bersama. Huruf a menekankan secara tegas kepada PHU untuk melakukan karantina kepada calon jemaah umroh sebelum keberangkatan ke Arab Saudi dan setelah kepulangan dari Arab Saudi. B, memanfaatkan asrama haji sebagai tempat karantina calon jemaah umroh. Dan c meningkatkan koordinasi dengan Kemenkes, satgas Covid, dan Otoritas Arab Saudi dalam penerapan kebijakan prokes bagi calon jemaah umroh," jelas Ihsan.

Selain itu, Ihsan juga meminta Kemenag menindak setiap jemaah yang mencoba memalsukan hasil tes swab untuk syarat keberangkatan umroh. Ia berharap penindakan dilakukan secara tegas agar tidak menimbulkan kejadian yang berulang.

"Ini harus betul-betul dilaksanakan dan jadi bagian kesepakatan kita bersama. Bagi mereka yang berani dan terbukti melakukan pemalsuan swab, itu harus ditindak, baik dari PHU-nya maupun yang bersangkutan," kata Ihsan sebelum menutup rapat.

"Ini kalau perlu diserahkan ke penegak hukum karena ini bukan hal main-main. Ini kan masalah nation pride, harga diri bangsa, saya rasa harus ada tindakan tegas supaya tidak terulang kembali," ucap Ihsan.

Selanjutnya
Halaman
1 2