13 Jemaah Umroh Positif Corona, Menag Akui Sempat Kecolongan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 19:45 WIB
Menag Fachrul Razi rapat dengan Komisi VIII DPR
Menag Fachrul Razi rapat dengan Komisi VIII DPR. (Rachel/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengungkap rincian mengenai 13 jemaah umroh yang positif COVID-19. Menag Fachrul mengakui kementeriannya sempat kecolongan.

Fachrul menjelaskan 13 jemaah umroh tersebut merupakan bagian dari proses pemberangkatan umroh gelombang pertama dan gelombang kedua. Hal ini diungkapkannya dalam rapat Komisi VIII di ruang rapat Komisi VIII gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

"Kemudian masalah pembenahan masalah umroh. Kami setuju sekali saya bisa katakan kalau yang (gelombang) pertama, (gelombang) kedua tuh adalah kita kecolongan, tapi yang ketiga sudah mulai lebih baik ya. Selanjutnya mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi kecolongan. Kalau kecolongan terus kan kebangetan," kata Fachrul.

"Tapi yang jelas. Yang (gelombang) pertama. Yang (gelombang) kedua, kita harus akui, kita kecolongan ya," sambungnya.

Menag Fachrul menjelaskan otoritas Kerajaan Arab Saudi juga melakukan tes swab kepada jemaah umroh yang tiba di Arab Saudi. Rinciannya, ditemukan 13 jemaah terkonfirmasi positif COVID-19.

Pada pemberangkatan umroh gelombang pertama tanggal 1 November 2020, ada 8 jemaah yang positif COVID-19. Kemudian, pada gelombang kedua, ditemukan 5 orang positif COVID-19. Sedangkan pada gelombang ketiga, tak ada yang terpapar Corona saat pemberangkatan.

"Hasil tes pemberangkatan tanggal 1 November 2020 terkonfirmasi positif COVID sebanyak 8 orang. Tanggal 3 November 2020 terkonfirmasi positif COVID sebanyak 5 orang, dan tanggal 8 November 2020 tidak ada yang terkonfirmasi COVID," ujar Fachrul.

Lebih lanjut, dari total 13 jemaah yang positif COVID-19, tiga orang sudah kembali ke Tanah Air. Sedangkan 10 lainnya masih dikarantina di Arab Saudi.

"Dari 13 orang yang positif, tiga di antaranya sudah kembali ke Indonesia. Sepuluh orang masih karantina di Saudi Arab," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2