KPK Setorkan Uang Pengganti Rp 2,3 M Penyuap Eks Bupati Muara Enim ke Negara

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 13:18 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

KPK telah menyetorkan seluruh uang pengganti dari mantan pejabat PUPR Muara Enim Elfin MZ Muchtar yang menjadi tersangka perantara suap eks Bupati Muara Enim Ahmad Yani. Uang pengganti senilai Rp 2,36 miliar tersebut telah seluruhnya disetorkan KPK ke kas negara.

"Jaksa eksekutor KPK telah selesai melaksanakan putusan majelis hakim terhadap amar putusan pembayaran uang pengganti sehingga terpidana telah melunasi pembayaran uang sebesar Rp 2.365.000.000 secara bertahap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Ali mengatakan Elfin melunasi pembayaran uang pengganti secara bertahap menjadi 4 kali pembayaran. Pembayaran dimulai pada 1 Juli 2020 sebesar Rp 300 juta, lalu Rp 300 juta lagi pada hari yang sama, 22 September 2020 sebesar Rp 1 Miliar, dan 12 November 2020 sebesar Rp 765 juta.

"Dalam amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor: 33/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Plg tanggal 28 April 2020 an. terdakwa A Elfin MZ Muchtar, terdakwa selain dihukum badan berupa pidana penjara selama 4 tahun juga dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2.365.000.000," jelas Ali.

"Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan sesudah putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 8 bulan," lanjutnya.

Ali mengatakan KPK tak hanya menuntut pidana penjara sebagai efek jera para koruptor. Menurutnya, KPK juga terus berupaya menyelesaikan tagihan denda dan uang pengganti dari para pelaku korupsi.

"KPK tidak hanya menuntut pidana penjara sebagai bagian efek jera pelaku korupsi namun juga terus berupaya menyelesaikan tagihan denda dan uang pengganti kepada para koruptor sebagai bagian upaya maksimal pemasukan ke kas negara dari hasil asset recovery tipikor," katanya.

Seperti apa hukuman yang menjerat Elfin? Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.