Eks Pejabat PUPR Muara Enim Dieksekusi KPK Jalani Vonis 4 Tahun Penjara

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 19:17 WIB
Tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Muara Enim Elfin Muhtar memasang wajah tegang dalam saat jalani pemeriksaan lanjutan di KPK.
Mantan Pejabat PUPR Muara Enim, Elfin MZ Muchtar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK mengeksekusi mantan Pejabat PUPR Muara Enim, Elfin MZ Muchtar terpidana kasus suap proyek di Dinas PUPR Muara Enim. Elfin menjalani putusan 4 tahun penjara.

Eksekusi itu dilakukan oleh jaksa KPK Andry Prihandono Amin pada Rabu (1/7). Eksekusi terhadap Elfin MZ itu melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang Nomor 33/Pid.Sus-Tpk/2019/PN.Plg tanggal 28 April 2020.

"Atas nama terdakwa A. Elfin MZ Muhtar dengan melakukan penyetoran ke kas negara atas pembayaran denda sebesar Rp 200.000.000,00 dan pembayaran uang pengganti sebesar Rp300.000.000,00," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (5/7/2020).

Ali mengatakan Elfin yang kala itu menjabat sebagai Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bertindak menjadi perantara dalam mengatur pembagian uang fee proyek di Muara Enim ke Bupati nonaktif Ahmad Yani. Elfin terbukti turut menerima suap dari pengusaha Robi Okta Fahlefi.

"Dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi karena terbukti menerima suap dari terdakwa Robi Okta Fahlefi berupa uang tunai sebesar Rp 1 miliar, tanah senilai Rp 2 miliar di wilayah Tangerang dan sepasang sepatu basket seharga Rp 25 juta," ujarnya.

Di waktu yang sama, KPK melalui jaksa KPK Leo Sukoto Manalu juga mengeksekusi terhadap istri Bupati Karawang nonaktif, Nurlatifah di kasus korupsi. Eksekusi itu melaksanakan putusan Mahkamah Agung Nomor: 2864 K/Pid.Sus/2015 tanggal 13 Januari 2016.

"Dalam perkara atas nama terdakwa Nurlatifah dengan melakukan penyetoran ke kas negara atas pembayaran denda sebesar Rp 300.000.000,00," ucapnya.