Meteorit Rezeki dari Langit

Apakah Hajar Aswad Adalah Meteorit?

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 12:41 WIB
Beginilah potret Kakbah dan Masjidil Haram sambut jamaah haji yang kembali dibuka saat pandemi COVID-19. Ini potretnya.
Foto Hajar Aswad di Kakbah (AP/Pool)
Jakarta -

Hajar Aswad adalah batu yang menjadi tujuan banyak umat Islam ketika menunaikan ibadah haji. Batu itu bersejarah. Pakar sempat menduga Hajar Aswad adalah meteorit.

Hajar Aswad atau batu hitam terletak di Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Jemaah haji mencari cara untuk menciumnya. Sebelum masa pandemi COVID-19, sebagaimana diberitakan detikcom, sisi Hajar Aswad tak pernah sepi pengunjung.

Beberapa jemaah menyusuri sisi Kakbah dari rukun Yamani, lalu sedikit demi sedikit merangsek masuk ke depan Hajar Aswad. Sebagian jemaah lainnya datang dari arah depan, berbaris, berdesakan, sampai ke mulut Hajar Aswad. Begitulah pemandangan yang biasa terpantau sebelum pandemi COVID-19.

Beginilah potret Kakbah dan Masjidil Haram sambut jamaah haji yang kembali dibuka saat pandemi COVID-19. Ini potretnya.Beginilah potret Kakbah dan Masjidil Haram menyambut jemaah haji yang kembali dibuka saat pandemi COVID-19. (Foto: AP/Pool)

Diberitakan detikcom pada 4 September 2016, Koordinator Konsultan Pembimbing Ibadah Daker Makkah Profesor Aswadi menjelaskan, mencium Hajar Aswad dicontohkan Rasulullah SAW sehingga menjadi ibadah sunah. Nabi Muhammad SAW mencium batu itu dan menangis menumpahkan air mata. Namun Rasulullah juga menggariskan, bila tidak mampu mencium batu itu, tak perlu melakukannya.

"Mencium itu sesungguhnya sinkronisasi antara kesucian jiwa dan kesucian Kakbah. Walaupun tidak mencium, kita bisa mencari hubungan spiritual itu dengan menumpahkan semua permasalahan dan dosa-dosa kita. Sinkronisasi spiritual Kakbah dengan spirit kita," kata Profesor Aswadi.

Hajar Aswad adalah simbol kekuatan yang didatangkan dari surga. Batu tersebut aslinya berwarna putih. Batu itu menggambarkan bahwa makhluk ciptaan Allah sesungguhnya berasal dari kesucian. Namun, dalam perjalanannya, manusia tak luput dari dosa. Maka mencium Hajar Aswad itu sesungguhnya adalah mencium dan mengakui semua dosa kita untuk menjadi kembali bersih dan suci.

"Ini masalah kepatuhan. Memang tidak bisa dirasionalkan," tambahnya.

Simak video 'Batu Meteor Dinilai Setara dengan Rp 26 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, apakah Hajar Aswad meteorit?:

Selanjutnya
Halaman
1 2