Meteorit Rezeki dari Langit

Keris Meteorit Mengandung Mistik, Begini Wujudnya

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 11:47 WIB
Keris Pari Sawuli yang dipegang Empu Totok Brojodiningrat, berbahan meteorit. (Dok Pribadi Empu Totok)
Keris Pari Sawuli yang dipegang Empu Totok Brojodiningrat, berbahan meteorit. (Dok Pribadi Empu Totok)
Jakarta -

Meteorit yang jatuh di rumah Josua Hutagalung di Tapanuli Tengah menjadi perbincangan. Benda bak bongkahan batu itu konon bernilai Rp 26 miliar. Meteorit juga menjadi bahan pembuatan keris dari Jawa sejak dahulu kala. Begini wujud keris dari bahan meteorit.

Ahli pembuat keris Empu Totok Brojodiningrat menjelaskan meteorit yang sudah menjadi keris bakal tampak berwarna abu-abu. Bila diraba dengan tangan, teksturnya bakal terasa lebih kasar ketimbang material besi biasa.

"Warnanya keabu-abuan, tidak mengkilat, dan kalau diraba terasa kasarnya," kata Ki Totok, panggilan Empu Totok Brojodiningrat, kepada detikcom, Sabtu (21/11/2020).

Dia menunjukkan contohnya, yakni Keris Pari Sawuli karya Empu Kasa, diperkirakan berasal dari abad ke-13. Dia juga menyatakan keris Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro juga mengandung material meteorit.

Keris Pari Sawuli yang dipegang Empu Totok Brojodiningrat, berbahan meteorit. (Dok Pribadi Empu Totok)Wujud keris Pari Sawuli yang dipegang Empu Totok Brojodiningrat, berbahan meteorit. (Dok Pribadi Empu Totok)

Keris Naga Seluman kembali dari Belanda ke Indonesia pada awal 2020. Ki Totok menjadi salah satu verifikatornya dan hadir di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, sebelum keris itu dipulangkan ke Indonesia.

Keris Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro ketika masih di Volkenkunde, Leiden, Belanda. (Dok Pribadi Empu Totok Brojodiningrat)Keris Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro ketika masih di Volkenkunde, Leiden, Belanda. Keris ini juga berbahan pamor meteorit. (Dok Pribadi Empu Totok Brojodiningrat)

Hanya pamornya

Jangan salah paham. Meteorit tidak menjadi keseluruhan bahan pembuatan bilah keris. Meteorit hanya menjadi bahan pamor dari bilah keris.

Pamor adalah hasil penyatuan atau pemaduan antara besi dengan logam meteorit. Secara etimologis, 'pamor' berasal dari kata 'amor' dalam bahasa Jawa yang berarti 'menyatu', 'berpadu'. Pamor inilah yang berasal dari meteorit. Demikian menurut buku 'Keris dalam Perspektif Keilmuan' terbitan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, tahun 2011.

Meteorit dicampur dengan besi nonmeteorit dalam keadaan panas, kemudian ditempa sedemikian rupa sehingga menimbulkan corak unik pada bilah keris. Pamor ini menjadi unsur dekoratif dalam keris.

"Antara besi dan meteorit dilipat-lipat (dalam keadaan panas) sehingga muncul gambar yang abstrak. Untuk itu keris satu dan lainnya nggak bisa sama hasil corak pamornya," kata Ki Totok.

Naga Siluman di Keris Kiai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro. (Dok pribadi sejarawan Sri Margana)Keris Kiai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro. (Dok pribadi sejarawan Sri Margana)

Logam meteorit lebih keras ketimbang besi atau baja biasa. Butuh panas ekstra dan keahlian khusus untuk melunakkannya.

Sebenarnya, tidak semua pamor keris terbuat dari meteorit. Ada pamor Sanak dari besi campuran, pamor Luwu dari besi yang didatangkan orang Bugis ke tanah Jawa, dan pamor meteorit sebagai pamor yang terbaik, karena memang dibikin dari 'watu pamor' (batu pamor).

Selanjutnya, mistik keris:

Selanjutnya
Halaman
1 2