15 Tahun CT ARSA Foundation Perangi Kemiskinan dengan Pendidikan dan Kesehatan

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 20:08 WIB
Anita Ratnasari Tanjung  dan Chairul Tanjung
Anita Ratnasari Tanjung dan Chairul Tanjung (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Hari ini tepat CT ARSA Foundation genap berusia 15 tahun. Seperti apa kiprah yayasan pimpinan Anita Ratnasari Tanjung ini dalam memperjuangkan visi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan kesehatan yang optimal?

"CT ARSA Foundation adalah yayasan non profit yang mempunyai visi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang optimal serta pemberdayaan ekonomi. Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena atas seizinnya kami bisa berkiprah selama 15 tahun," kata Ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung.

Hal ini disampaikan Anita Ratnasari Tanjung menyambut acara peringatan HUT ke-15 CT ARSA Foundation yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (20/11/2020). Sang suami yang juga pengusaha nasional Chairul Tanjung turut mendampingi istri tercintanya.

Perjalanan CT ARSA Foundation dimulai dari merangkul anak-anak korban tsunami tahun 2004 hingga berkembang hingga sekarang. Pada tahun 2005 CT ARSA Foundation membantu anak-anak korban tsunami dengan membangun Rumah Anak Madani di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara.

"Mereka bertempat tinggal di asrama yang kami namakan Rumah Anak Madani dan bersekolah di sekolah-sekolah yang berkualitas di sekitar asrama kami. Alhamdulillah mereka dapat melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang tingkat universitas dan beberapa di antara mereka telah sukses menjemput masa depan mereka sendiri," sambung Anita.

Kemudian pada tahun 2010 didirikan SMA CT ARSA Foundation di Deli Serdang. Di SMA unggulan tersebut CT ARSA Foundation hanya menerima siswa siswi yang berasal dari keluarga tidak mampu tetapi memiliki kecerdasan, mereka yang diterima di sekolah itu berdasarkan tes akademik yang diberikan.

"Mereka dididik agar menjadi anak-anak yang unggul, memiliki kreatifitas inovatif dan berjiwa entrepreneurship, mereka belajar dan tinggal 1 komplek dimana seluruh biaya hidup dan pendidikan ditanggung oleh CT Arsa Foudation," kata Anita.

Para siswa belajar dengan tekun dan didukung sepenuhnya oleh guru yang berkualitas, siswa-siswi CT ARSA Foundation memperoleh prestasi dari berbagai kompetisi sains maupun non sains di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, sebanyak 98% siswa dari sekolah unggulan CT Arsa foundation di Deli Serdang masuk ke perguruan tinggi terkemuka di Indonesia contohnya UI, ITB, UGM, Unair, IPB, STAN, dan lain-lainnya.

"Bapak bapak dan ibu-ibu yang saya hormati syukur alhamdulillah kami telah meluluskan ribuan anak-anak yang telah tersebar di berbagai daerah, bahkan sebagian dari mereka melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan juga melakukan banyak program-program contohnya di Amerika, Jepang, Cina, Korea Selatan dan lain sebagainya," ucapnya.

Kemudian, CT ARSA Foundation kembali melanjutkan misinya membantu pendidikan dengan mendirikan sekolah CT ARSA Foundation di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah. Anita berharap sekolah yang baru di buka pada tahun 2018 tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan sekolah yang berada di Deli Serdang Medan.

Anita Ratnasari Tanjung  dan Chairul TanjungAnita Ratnasari Tanjung menyampaikan sambutan secara virtual Foto: Dok. Istimewa

CT ARSA Foundation kemudian terus memberikan pendidikan yang berkualitas hingga pelosok negeri. CT ARSA Foundation membangun lebih dari 20 sekolah PAUD di daerah Jakarta dan sekitarnya. Tak hanya itu di daerah tertinggal dan perbatasan Indonesia juga dibangun sekolah.

"Daerah tertinggal juga menjadi prioritas kami contohnya di wilayah bagian timur Indonesia berbatasan Indonesia dan Timor Leste, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan hingga daerah terpencil di Wamena. Kami tidak hanya membangun bangunan fisik sekolah saja, tetapi yang terpenting bagi kami adalah proses pembinaan terhadap guru-guru dan anak anak di daerah tertinggal kami berharap pendidikan di daerah Indonesia mempunyai strata pendidikan yang sama dengan pendidikan di perkotaan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2