Soal Pergantian Kapolri, Ini Masukan yang Akan Disampaikan Kompolnas ke Jokowi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 12:33 WIB
Poengky Indarti
Poengky Indarti (Ari Saputra/detikcom)

Sebelumnya, IPW mengungkap peta terbaru calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. IPW menilai rotasi tersebut telah menyingkirkan sejumlah figur dari bursa Kapolri.

"Rotasi yang dilakukan Idham Azis kemarin telah membuat perubahan dalam peta bursa calon Kapolri. Ada figur yang tersingkir dan ada figur baru yang muncul dan berpeluang masuk ke dalam bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Jumat (20/11).

Neta juga menyoroti sejumlah orang dekat Jenderal Idham Azis yang bergeser ke posisi strategis. Di sisi lain, rotasi besar-besaran ini juga telah menyingkirkan 'Geng Solo' dalam suksesi Kapolri. Namun Neta tak menyebut nama jenderal yang masuk ke dalam apa yang disebutnya sebagai geng-geng tersebut.

"IPW menilai 'teriakan' Presiden tentang kerumunan massa Rizieq dimanfaatkan Idham untuk melakukan rotasi dalam rangka menyongsong suksesi Kapolri. Dalam hal ini Idham bisa dinilai telah menggeser kekuatan Geng Solo yang selama ini disebut sebut sebagai calon kuat dalam bursa Kapolri. Namun penggeseran Geng Solo itu atas restu Istana. Tergusurnya anggota Geng Solo otomatis memperkuat Geng Makassar serta memberi peluang bagi Geng Pejaten," ujar Neta.

"Dengan demikian, peristiwa kerumunan massa Rizieq telah dimanfaatkan untuk mengubah peta kekuatan di internal Polri untuk menyongsong suksesi Kapolri pada Januari 2021. Meski penentuan calon Kapolri adalah hak prerogatif Presiden Jokowi, tapi masing-masing kekuatan di internal Polri berusaha mencari peluang dan bermanuver menyuguhkan calon-calon terbaik dari kubunya. Penyuguhan calon calon terbaik itu dilakukan dengan cara menempatkan figur-figur tersebut di posisi strategis," sambung Neta.

Kendati demikian, Neta menganggap bursa Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis saat ini masih belum bisa diprediksi dengan jelas. Pasalnya, kata dia, rotasi para jenderal juga akan terjadi pada bulan depan.

"Masih terlalu cairnya bursa calon Kapolri ini dikarenakan masih akan adanya mutasi jenderal bintang tiga yang akan pensiun pada Desember mendatang. Pada posisi Desember ada dua posisi jenderal bintang tiga yang kosong, yakni pensiunnya Sestama Lemhannas dan Kepala BNN. Dengan demikian, akan ada dua jenderal bintang dua Polri yang akan naik menjadi bintang tiga," ujar dia.

Berikut nama-nama Pati Polri yang selama ini disebut-sebut masuk bursa calon Kapolri:

1. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono (Angkatan 1988 A)
2. Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Komjen Agus Andrianto (Angkatan 1989)
3. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo (Angkatan 1991)
4. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Rycko Amelza Dahniel (Angkatan 1988 B)
5. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar (Angkatan 1988 A)
6. Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri (Angkatan 1989)
7. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Angkatan 1991)
8. Dankor Brimob Irjen Anang Revandoko (Angkatan 1988 B)


(knv/fjp)