Round-Up

Kritik soal Struktur Gemuk Mengemuka, KPK Janji Buktikan Lewat Kinerja

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 05:59 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Polemik seolah kini menjadi nama tengah bagi KPK. Yang terbaru mengenai struktur organisasi KPK yang dianggap kegemukan dengan belasan jabatan anyar.

Melalui Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 07 Tahun 2020, setidaknya ada 19 pos jabatan baru di KPK. Perubahan itu lantas menuai kritik mulai dari mantan Pimpinan KPK, Indonesia Corruption Watch (ICW), hingga anggota DPR.

Salah satu suara sumbang disampaikan Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh. Dia khawatir semakin gemuknya KPK tidak diimbangi dengan pembatasan tugas yang jelas.

"Haruslah jelas tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing organ sehingga terhindar dari adanya kemungkinan tumpang tindih tugas," ujar Pangeran kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Bahkan ada pula yang bernada satire seperti dari anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman. Dia menganggap struktur baru KPK ini adalah kebijakan tanpa visi yang jelas.

"Kebijakan itu tanpa visi yang jelas! Gemuknya struktur KPK lebih untuk membantu pemerintah mengatasi pengangguran," tegas Benny.

Di sisi lain ada pula wakil rakyat dari Senayan itu yang tidak masalah dengan struktur baru KPK. Namun, menurut mereka, KPK tetap harus bertaji meskipun strukturnya gemuk berisi.

"Komisi III akan terus memantau struktural di tubuh KPK, sekalipun gemuk tidak apa-apa asalkan gemuk, berisi, kuat, dan strong daripada struktur kecil tapi tidak kuat," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Memangnya segemuk apa KPK saat ini?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3