Struktur Gemuk Disorot, KPK: Kami Buktikan Lewat Kinerja

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 22:37 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Antara Foto)

Seperti diketahui, KPK mengubah struktur organisasinya dengan menambah sejumlah posisi. Struktur organisasi KPK saat ini menjadi lebih gemuk dibandingkan sebelumnya.

Perubahan itu tertuang dalam Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri pada 6 November 2020 dan diundangkan pada 11 November 2020.

Dikritik Eks Pimpinan KPK

Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas menyindir tubuh KPK yang kini menjadi supergemuk. Bahkan, kata dia, tubuh KPK terindikasi 'berlemak'.

"Saya dan beberapa mantan pimpinan KPK sudah mendiskusikan struktur baru itu dengan sejumlah pegawai KPK. Kami tidak heran dengan struktur yang super gemuk dan terindikasi berlemak itu," kata Busyro kepada wartawan, Rabu (18/11).

Bukan hanya Busyro, Bambang Widjojanto (BW) turut berkomentar terkait polemik struktur KPK yang menjadi gemuk. Terlebih Bambang menyoroti adanya jabatan staf khusus.

"Lihat saja dengan adanya staf khusus. Dipastikan, itu adalah cara pimpinan KPK membuat legalisasi masuknya pihak yang kredibilitasnya tidak pernah diuji," katanya.

"Organ staf khusus ini tidak ada dalam tradisi KPK dan di banyak kasus justru menimbulkan 'kekacauan'. Jadi pimpinan KPK secara sengaja tengah menyiapkan potensi 'kekacauan' yang justru dapat memicu korupsi baru," imbuh Bambang.

Halaman

(fas/rfs)