Satgas Minta Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Pastikan Aman-Efek Samping Minor

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 17:26 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 memastikan nantinya vaksin yang akan digunakan pemerintah yang sudah lolos uji klinis tahap III dan memperoleh izin dari BPOM. Selain itu, Satgas memastikan nantinya vaksin yang akan digunakan aman dan memiliki efek samping minor.

"Sekali lagi saya tekankan vaksin yang nanti digunakan aman, efek samping yang terjadi hanya bersifat minor dan sementara, efek samping yang sangat besar sangat jarang ditemui dan kita harus selalu memonitor, mengantisipasi semua keadaan ini," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, di kanal YouTube Setpres, Kamis (19/11/2020).

Wiku mengatakan pemerintah meminta masyarakat tidak takut dan ragu untuk menerima vaksin. Pemerintah akan memastikan keamanan dan kehalalan vaksin tersebut.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak takut atau pun ragu untuk nanti menerima vaksin COVID-19. Pemerintah memastikan vaksin COVID-19 yang digunakan adalah vaksin yang aman, memiliki efektivitas dan juga halal," ujarnya.

"Sebaliknya, vaksin dapat melindungi diri kita dan orang lain yang tidak dapat di vaksin karena alasan kesehatan tertentu," sambungnya.

Lebih lanjut Wiku mengatakan nantinya pemerintah akan menggunakan vaksin yang telah lulus uji klinis tahap III, menerima Emergency Use Authorization (UEA) dari BPOM, dan terdaftar di WHO. Wiku mengatakan pemerintah juga bekerjasama dengan MUI untuk memastikan kehalalan produk vaksin tersebut.

"Uji klinis merupakan tahap yang harus dilalui oleh setiap vaksin yang nanti akan digunakan dan untuk memastikan bahwa vaksin tersebut aman untuk digunakan kepada manusia, serta memiliki efektivitas untuk menghasilkan imunitas tubuh terhadap COVID-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiku berkata, pengembangan vaksin Corona ini juga melibatkan pakar bidang kesehatan dan WHO. Hal tersebut untuk memastikan keamanan vaksin dan mengkomunikasikan terkait isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin.

"Pengembangan vaksin COVID-19 juga melibatkan para pakar di bidang kesehatan dan WHO. Hal ini dilakukan untuk memonitor dan memastikan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan. Selain itu, kerja sama yang erat ini dilakukan untuk menginvestigasi dan mengkomunikasikan isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin," ujarnya.

Ia melanjutkan, Presiden Jokowi juga sudah melakukan peninjauan terhadap stimulasi vaksinasi pada Rabu (18/11) kemarin di Bogor. Pada stimulasi tersebut masyarakat diminta mengikuti rangkaian tahapan dari mulai pendaftaran, memperoleh vaksinasi, menunggu 30 menit pasca-vaksinasi, untuk melihat reaksi penyuntikan vaksin sebelum nantinya diperbolehkan pulang.

"Selain itu penetapan regulasi pengadaan vaksin yang dilakukan oleh pemerintah sudah mengikuti standar internasional yang berlaku. Alur perizinan produksi dan izin edar juga dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan dan kesesuaian vaksin dengan standar yang berlaku," ungkapnya.

Sementara itu, terkait hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac, Wiku mengatakan tidak ada efek samping berbahaya. Ia menyebut para relawan merasakan efek samping minor seperti pegal dan nyeri di bekas suntikan.

"Hingga saat ini tidak ditemukan gejala KIPI yang berbahaya pada tahap uji klinis fase III vaksin Sinovac yang berlangsung di Bandung terhadap 1.620 subjek, hanya ditemukan gejala ringan seperti nyeri dan pegal-pegal otot pada tempat suntikan dan tidak ditemukan adanya efek samping serius karena vaksin maupun vaksinasi," ungkapnya.

(yld/imk)