Satgas: Keputusan Libur Akhir Tahun Bergantung Kedisiplinan Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 17:09 WIB
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan kedisiplinan masyarakat mematuhi 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, mempengaruhi keputusan pemerintah terkait penetapan libur akhir 2020. Satgas COVID-19 menekankan keputusan mengenai libur akhir tahun yang ditetapkan pemerintah nantinya adalah demi keselamatan masyarakat.

"Keputusan terkait libur panjang, walaupun ditentukan oleh pemerintah, namun prinsipnya sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M, terutama di masa-masa liburan. Apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan, sehingga kasusnya meningkat, maka tentu ada konsekuensi pada keputusan yang diambil pemerintah terkait masa libur akhir tahun," kata Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito di kanal YouTube Setpres, Kamis (19/11/2020).

Berdasarkan data Satgas COVID-19, positivity rate (tingkat positivitas) virus Corona di dua provinsi di Pulau Jawa meningkat setelah libur panjang pada akhir Oktober 2020. Satgas meminta masyarakat mengambil hikmah dari kondisi tersebut.

"Kami semuanya tentunya belajar dari pengalaman, dari liburan yang sudah terjadi di masa COVID ini, dan ini kami berharap menjadi pembelajaran bersama untuk menghadapi aktivitas liburan di masa yang akan datang," terang Wiku.

Pemerintah saat ini belum memutuskan apakah akan mempersingkat libur akhir 2020 atau tidak. Wiku menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi di RI.

"Terlepas diberlakukannya, dipersingkatnya atau ditiadakannya libur akhir tahun ini, keputusan yang diambil oleh pemerintah tentunya dalam upaya untuk melindung masyarakat dari potensi penularan COVID-19. Ingat, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi," sebut Wiku.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 mencatat adanya peningkatan positivity rate Corona di Jawa Tengah dan Jawa Barat meningkat. Peningkatan positivity rate COVID-19 di Jawa Tengah dan Jawa Barat terjadi setelah libur panjang pada akhir Oktober 2020.

"Setelah liburan panjang, yaitu pada 4-10 November terlihat peningkatan positivity rate di Jawa Tengah menjadi 17,4 persen dan 16,31 persen di Jawa Barat. Ini menandakan bahwa terdapat peningkatan penularan yang sangat signifikan di dua daerah ini," ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/11).

(zak/imk)